TRIBUNNEWS.COM - Ketidakpuasan Cristiano Ronaldo terhadap kompetisi membuat otoritas Liga Arab Saudi memberikan teguran!. CR7 tidak bisa mendikte keinginan klub, sekalipun itu Al Nassr!
Cristiano Ronaldo mogok main karena kecewa dengan aktivitas transfer Al Nassr. Otoritas Liga Arab Saudi pun mengingatkannya untuk tak bertindak sesuka hati.
Ronaldo mogok main ketika Al Nassr menang 1-0 atas Al Riyadh, Senin (2/2) lalu.
Ia mogok karena karena tidak puas dengan pergerakan klub di bursa transfer musim dingin Januari 2026.
Klub-klub lain di bawah kepemilikan PIF yakni Al Ittihad, Al Hilal, dan Al Ahli sibuk belanja. Sementara Al Nassr hanya mendatangkan satu pemain yakni Haydeer Abdulkareem, gelandang muda asal Irak.
CR7 dikabarkan tak puas dengan cara Public Investment Fund (PIF) menangani Al Nassr dibandingkan dengan klub-klub lain yang juga berada dalam payung konsorsium pengelola aset kekayaan Arab Saudi itu.
Al Nassr memang tak terlalu aktif di bursa transfer paruh musim. Sejauh ini, mereka hanya mendatangkan satu pemain baru, yakni Haydeer Abdulkareem, gelandang berusia 21 tahun asal Irak.
Minimnya aktivitas transfer tersebut dinilai tidak sebanding dengan ambisi klub yang tengah bersaing di papan atas klasemen Liga Arab Saudi.
Manuver Al Nassr tentu terasa lambat jika dibandingkan tim pemuncak klasemen sementara Liga Arab Saudi, Al Hilal yang pada bursa transfer musim dingin ini mendatangkan Karim Benzema dan talenta muda asal Perancis, Kader Meite.
Secara kondisi Ronaldo sebenarnya baik-baik saja dan masih berlatih bersama rekan-rekan setimya.
Tapi belum ada kepastian apakah penyerang asal Portugal itu akan bermain lagi di laga berikutnya kontra Al Ittihad, Sabtu (7/2) dini hari WIB.
Baca juga: Drama Ngambek Ronaldo Berlanjut, CR7 Masih Absen saat Al Nassr vs Al Ittihad di Liga Arab Saudi
Seorang juru bicara Liga Arab Saudi mengingatkan Ronaldo bahwa klub, meski berada di naungan PIF, punya independensi.
Tak ada yang bisa merecoki keputusan-keputusan mereka termasuk dalam perekrutan.
"Saudi Pro League terstruktur berdasarkan prinsip sederhana: setiap klub beroperasi secara independen di bawah aturan yang sama," ujar juru bicara yang tak disebutkan namanya itu kepada BBC.
"Klub punya dewan direksi, eksekutif, dan pemimpin-pemimpin sepakbola masing-masing."
"Keputusan tentang perekrutan, pengeluaran, dan strategi berada di tangan klub-klub tersebut, dalam kerangka keuangan yang dirancang untuk memastikan keberlanjutan dan keseimbangan kompetitif. Kerangka kerja itu berlaku sama di seluruh liga."
"Cristiano telah sepenuhnya terlibat dengan Al-Nassr sejak kedatangannya dan sudah memainkan peran penting dalam pertumbuhan dan ambisi klub. Seperti halnya pesaing elit lainnya, dia ingin menang."
"Tetapi tidak ada individu, betapapun pentingnya ia, yang menentukan keputusan di luar klub mereka sendiri."
"Aktivitas transfer baru-baru ini menunjukkan independensi ini dengan jelas. Satu klub memperkuat diri dengan cara tertentu. Klub lain memilih pendekatan yang berbeda. Itu adalah keputusan klub, yang diambil dalam parameter keuangan yang disetujui," imbuhnya mengakhiri.
(Tribunnews.com/Giri)