Pemasangan Listrik Gratis untuk 3.400 Keluarga Miskin, Pemprov Jatim Anggarkan Rp 7,89 Miliar
Titis Jati Permata February 06, 2026 03:04 PM

 


SURYA.co.id, SURABAYA – Program pemasangan listrik gratis bagi 3.400 rumah tangga miskin (RTM) di berbagai kabupaten/kota Jawa Timur, tengah disiapkan pada tahun 2026, guna mencapai rasio elektrifikasi 100 persen 

Program tersebut menurut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebagai bentuk intervensi nyata pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu.

“Saat ini rasio elektrifikasi Jawa Timur telah menyentuh angka 99 persen. Kita ingin mengintervensi secara lebih masif melalui program-program yang berdampak langsung dan menyasar kebutuhan dasar rumah tangga miskin di Jawa Timur,” ungkap Khofifah pada SURYA.co.id, Kamis (6/2/2026). 

Alokasikan Anggaran Rp 7,89 Miliar dari APBD 2026

Melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur, Pemprov Jatim mengalokasikan anggaran sebesar Rp 7,89 miliar dari APBD Tahun Anggaran 2026 untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

Gubernur Khofifah menjelaskan, anggaran tersebut digunakan untuk pembiayaan Bantuan Instalasi dan Sambungan Rumah (IRSR) yang dilaksanakan oleh PT PLN (Persero), serta pemberian token listrik senilai Rp300.000 bagi setiap penerima manfaat.

“Token listrik ini dapat digunakan hingga sekitar enam bulan pemakaian awal, sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” jelasnya.

Teknis Pengusulan Calon Penerima Bantuan

Lebih lanjut, Gubernur Khofifah menerangkan secara teknis, calon penerima bantuan akan diusulkan melalui mekanisme identitas penerima IRSR. 

Proses pengusulan dilakukan melalui Surat Usulan Belanja Program kepada Gubernur yang memuat jumlah RTM calon penerima sambungan listrik dan tercantum dalam DTSEN desil 1 sampai dengan desil 4. 

Selain itu, data calon penerima juga diinput melalui aplikasi SIPD dan harus memenuhi kriteria sebagai rumah tangga miskin yang belum berlistrik, namun berada di wilayah yang telah terjangkau jaringan listrik PT. PLN (Persero).

“Para penerima listrik gratis ini wajib masuk dalam DTSEN desil 1 sampai 4, dan data calon penerima telah tersedia di perangkat daerah,” tegasnya. 

Masa Pemeliharaan Satu Tahun

Ia menambahkan, penerima bantuan instalasi rumah dan sambungan listrik juga akan memperoleh masa pemeliharaan selama satu tahun. 

Pemprov Jatim bersama pihak terkait akan melakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.

Jumlah Pnerima Bantuan Masing-masing Daerah

Pada tahun ini, penerima program pemasangan listrik gratis tersebar di sejumlah daerah

  • Kabupaten Pacitan sebanyak 400 rumah tangga, 
  • Kabupaten Ponorogo 300  rumah tangga
  • Kabupaten Trenggalek 300  rumah tangga
  • Kabupaten Tulungagung 100  rumah tangga
  • Kabupaten Blitar 178  rumah tangga
  • Kabupaten Kediri 200  rumah tangga
  • Kabupaten Malang 100  rumah tangga
  • Kabupaten Banyuwangi 300  rumah tangga
  • Kabupaten Bondowoso 100  rumah tangga
  • Kabupaten Situbondo 100  rumah tangga
  • Kabupaten Probolinggo 20 rumah tangga

“Dengan intervensi ini, kami optimistis target 100 persen rasio elektrifikasi di Jawa Timur dapat segera terwujud sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.