Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI dan Angkatan Koperasi Kebangsaan Malaysia Berhad (Angkasa) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi umat melalui pengembangan Koperasi Masjid.
Wakil Ketua Baznas RI Mokhamad Mahdum mengatakan kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan peran masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat yang terintegrasi dengan sistem pengelolaan zakat nasional.
"Implementasi kerja sama akan dilakukan melalui program Koperasi Masjid. Untuk masjid yang belum memiliki koperasi, kami akan membantu pembentukan koperasinya," kata dia melalui keterangan di Jakarta, Jumat.
Mahdum menilai masjid memiliki potensi besar sebagai pusat ekonomi umat.
"Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat aktivitas sosial dan ekonomi. Jangan karena terlalu konservatif, kita justru meninggalkan kemaslahatan yang lebih besar," ujarnya.
Mahdum berharap kerja sama ini dapat meningkatkan kapasitas koperasi masjid di Indonesia, baik dari sisi tata kelola maupun skala usaha.
Sementara itu, Presiden Angkasa, Datuk Seri Dr Abdul Fattah Abdullah mengatakan kerja sama ini bertujuan mempromosikan dan mengembangkan koperasi berbasis komunitas masjid sebagai instrumen penguatan ekonomi masyarakat.
Menurut dia, anggota koperasi adalah jamaah atau masyarakat sekitar masjid termasuk nonMuslim. Hal ini merupakan konsep baru yang sejalan dengan prinsip rahmatan lil ‘alamin, di mana non-Muslim juga memiliki hak sebagai anggota, sebagaimana konsep bertetangga dalam Islam.
"Kami ingin membentuk jejaring antar-masjid di seluruh dunia melalui aktivitas ekonomi, ke depan diharapkan menjadi konsorsium koperasi terbesar di dunia," ujarnya.
Melalui kerja sama ini, Abdul Fattah berharap masjid di Indonesia dapat berkembang dalam berbagai sektor.
"Masjid harus kembali menjadi center of excellence, sebagaimana pada zaman Rasulullah SAW, dimana masjid menjadi pusat ibadah, pendidikan, ekonomi, dan penyelesaian persoalan umat. Koperasi masjid dapat menjadi instrumen penting untuk menghidupkan kembali peran tersebut," tutur Abdul Fattah Abdullah.
Selain penandatanganan nota kesepahaman, Angkasa juga memberikan infak koperasi masjid sebesar 15.000 Dolar AS atau setara dengan Rp252 juta.
Beberapa masjid penerima bantuan ini, antara lain Masjid An-Ni`mah (Ciracas, Jakarta Timur), Masjid At-Taqwa (Jatinegara, Jakarta Timur), Masjid As-Sholihin (Cisarua, Bandung Barat), Masjid Daarul Rihlah (Rancabali, Kabupaten Bandung), serta Masjid Al-Hurriyah (Kampus IPB, Bogor).







