Dorong Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Region VI/ Jawa Barat Bukukan Kinerja Solid Sepanjang 2025
bisnistribunjabar February 06, 2026 03:11 PM

TRIBUNJABAR.ID - Bandung, 5 Februari 2026 - Bank Mandiri Region VI / Jawa Barat berhasil mencatatkan kinerja bisnis yang solid dan berkelanjutan sepanjang tahun 2025. Capaian ini mencerminkan konsistensi strategi perusahaan dalam memperkuat fundamental bisnis, mendorong intermediasi yang sehat, serta meningkatkan kontribusi nyata terhadap aktivitas perekonomian daerah.

2BankMandirisa
Bank Mandiri Region VI / Jawa Barat berhasil mencatatkan kinerja bisnis yang solid dan berkelanjutan sepanjang tahun 2025

Pertumbuhan kinerja Bank Mandiri Region VI / Jawa Barat tidak terlepas dari fokus pada penguatan portofolio bisnis inti, optimalisasi layanan berbasis digital, serta sinergi yang erat dengan berbagai pemangku kepentingan di tingkat regional.

Dengan pendekatan tersebut, perusahaan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan manajemen risiko, sekaligus memastikan inklusivitas akses keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dari sisi aset, Bank Mandiri Region VI / Jawa Barat mencatatkan total aset sebesar Rp 33,9 triliun, tumbuh 7.0 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Pertumbuhan aset ini didorong oleh peningkatan penyaluran kredit yang berkualitas serta pengelolaan likuiditas yang pruden.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, Bank Mandiri Regional VI / Jawa Barat mencatatkan penyaluran kredit Rp 15,7 triliun. Realisasi penyaluran kredit tersebut didukung oleh pertumbuhan yang merata di seluruh segmen bisnis, sejalan dengan peran aktif Bank Mandiri dalam mendukung perekonomian nasional, penguatan ekonomi kerakyatan, serta penciptaan lapangan kerja.

Komitmen Bank Mandiri Region VI / Jawa Barat mendongkrak ekonomi kerakyatan tercermin dari penyaluran kredit UMKM perusahaan yang mencapai Rp 12,3 triliun. Hal ini menegaskan peran perusahaan mendukung pertumbuhan pelaku UMKM.

Regional CEO Bank Mandiri Region VI / Jawa Barat Nila Mayta Dwi Rihandjani mengatakan, realisasi tersebut menunjukan peran Bank Mandiri dalam memperluas inklusi keuangan yang berkelanjutan di level daerah. Jawa Barat menegaskan, percepatan ekonomi rakyat merupakan fokus utama perusahaan.

“Bank Mandiri menyalurkan pembiayaan secara pruden dan terarah di seluruh segmen bisnis, selaras dengan upaya pemerintah dalam mendorong penguatan ekonomi kerakyatan dan perluasan lapangan kerja melalui pembiayaan sektor-sektor produktif. Pendekatan ini mendukung keberlanjutan pertumbuhan kredit sekaligus menjaga kualitas aset tetap terjaga,” ujar Nila, dalam keterangan resminya, Kamis (5/02).

Dari sisi pendanaan, kinerja penghimpunan dana menunjukkan pertumbuhan positif dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 69,8 triliun atau tumbuh 3.8 persen secara YoY. Struktur pendanaan juga tetap solid, tercermin dari pertumbuhan dana murah (CASA) sebesar 6.4 persen YoY menjadi Rp 60,5 triliun, sehingga likuiditas perusahaan tetap kuat dalam mendukung ekspansi bisnis secara berkelanjutan.

“Pertumbuhan ini sejalan dengan penguatan ekosistem layanan keuangan Bank Mandiri yang semakin terintegrasi,” ungkap Nila.

Kinerja positif itu selaras dengan bisnis Bank Mandiri secara konsolidasian yang membukukan total aset sebesar Rp2.829,9 trilun, tumbuh 16,6 persen secara YoY. Pertumbuhan itu selaras dengan penyaluran kredit perseroan yang tumbuh 13,4 persen secara YoY menjadi Rp1.895,0 triliun.

Dalam rangka mendukung pertumbuhan bisnis, Bank Mandiri Region VI / Jawa Barat terus mengakselerasi pemanfaatan layanan digital melalui berbagai kanal perbankan. Penguatan ekosistem digital ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat, termasuk di wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses perbankan.

Transformasi digital tersebut turut berkontribusi dalam meningkatkan pengalaman nasabah (customer experience), mempercepat proses bisnis, serta mendukung penguatan basis dana dan penyaluran kredit secara berkelanjutan.

“Ke depan, Bank Mandiri Region VI /Jawa Barat optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan bisnis yang positif. Perseroan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas lokal, guna mendorong pembiayaan sektor produktif dan memperluas inklusi keuangan,” pungkas Nila.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.