Tahlilan Wagub Salim S Mengga, Gubernur Sulbar Kenang Perjuangan dan Integritas Almarhum
Nurhadi Hasbi February 06, 2026 03:59 PM

 


TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menggelar tahlilan dan doa bersama untuk almarhum Wakil Gubernur Sulbar, Mayjen TNI (Purn) Salim S Mengga.

Kegiatan berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur Sulbar, Kamis (5/2/2026) malam.

Suasana tahlilan berlangsung khidmat. Tausyiah disampaikan Annaguru Muhasib Kamaludin di hadapan jajaran pejabat dan jamaah yang hadir.

Gubernur Kenang Sosok Almarhum

Gubernur Sulbar Suhardi Duka mengenang kebersamaannya dengan almarhum jauh sebelum keduanya memimpin Sulawesi Barat.

Baca juga: MENGENANG Salim S Mengga Diminta Prabowo Dimakamkan di TMP Kalibata & Cerita Tentara Mandar di Bone

Saat masih menjadi anggota DPR RI, Suhardi Duka mengaku kerap berdiskusi dan bertukar pikiran dengan almarhum Salim S Mengga.

Berbagai persoalan daerah menjadi topik utama pertemuan mereka. Dari diskusi itulah, keduanya akhirnya sepakat untuk bersama-sama membangun Sulbar.

Menurut Suhardi Duka, keputusan tersebut bukan didasari ambisi jabatan. Melainkan rasa keprihatinan terhadap kondisi daerah.

Suhardi Duka mengaku saat itu sudah merasa nyaman berada di DPR RI. Sementara almarhum Salim S Mengga juga telah merencanakan masa pensiun di Jakarta bersama keluarga.

“Tapi karena keprihatinan kita bersama. Dia mengatakan sama saya, kalau kau cintai daerahmu, kembali ke daerahmu. Itu yang dia pesankan,” kenang Suhardi Duka.

Hampir satu tahun memimpin Sulawesi Barat bersama almarhum meninggalkan kesan mendalam bagi Suhardi Duka.

Ia mengaku banyak belajar dari sosok Salim S Mengga, terutama soal kepercayaan dan integritas.

Di hadapan jamaah tahlilan, Suhardi Duka menyebut almarhum sebagai pemimpin yang memegang teguh amanah.

Hubungan kerja keduanya dibangun atas dasar saling menghargai dan kepercayaan penuh.

“Satu kali saya beri kepercayaan kepada Pak Salim, dia membalasnya dua kali lipat. Itu hebatnya beliau,” ujar Suhardi Duka.

Suhardi Duka juga mengenang momen paling berat saat menerima kabar wafatnya almarhum.

Ia mengaku sangat terpukul atas kepergian sosok yang dianggap bukan sekadar rekan kerja.

“Saya benar-benar susah berdiri. Beliau dan istrinya sangat baik. Kita belajar tentang integritas dan kejujuran dari beliau,” ucapnya.

Bagi Suhardi Duka, Sulawesi Barat tidak hanya kehilangan seorang wakil gubernur.

Ia menyebut daerah ini kehilangan sosok langka yang belum tentu dapat tergantikan.

“Bisa jadi 30 sampai 50 tahun ke depan, kita belum tentu menemukan sosok seperti beliau,” ungkapnya.

Suhardi Duka menegaskan, tahlilan dan doa bersama ini menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum.

Sekaligus menjadi penguat tekad untuk melanjutkan perjuangan yang telah dirintis bersama.

Ia menekankan, pembangunan Sulbar harus tetap berada di jalur nilai dan komitmen yang selama ini dibangun bersama almarhum.

“Kita harus kuat dan tegar melanjutkan harapan beliau. Jangan sampai menyimpang dari jalan yang telah dirintis, agar beliau tersenyum melihat kita melanjutkan amanah ini,” jelas Suhardi Duka.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.