Jadwal Sidang Isbat Puasa 2026 Ramadan 1447 H Tinggal Menghitung Hari, Doa dari Ustaz Adi Hidayat
Nia Kurniawan February 06, 2026 04:50 PM

TRIBUNKALTENG.COM - Kementerian Agama Republik Indonesia telah menetapkan jadwal Sidang Isbat untuk menentukan awal bulan suci Ramadan 1447 H.

Sidang akan digelar pada Selasa, 17 Februari 2026. Sambil menunggu ketuk palu resmi dari pemerintah, ada baiknya kita mempersiapkan hati dengan amalan terbaik. 

Baca juga: Prediksi Harga Emas Sabtu 7 Februari 2026 Antam, UBS dan Galeri24, Peluang Jelang Ramadan 1447 H

Salah satunya adalah memanjatkan doa agar dipertemukan dengan bulan suci dalam keadaan terbaik.

Ustaz Adi Hidayat (UAH), pendakwah kondang asal Pandeglang, Banten, membagikan sebuah doa istimewa yang bersumber dari hadis shahih riwayat Imam At-Tirmidzi. Menurutnya, doa ini memiliki riwayat yang kuat dan redaksi yang sangat lengkap.

Pada tayangan di kanal YouTube Haziq Channel, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan:

"Ada banyak doa yang sampai kepada kita, bisa populer, riwayatnya juga bisa kuat. Tapi dari sekian doa ini riwayat yang paling populer, kemudian kuat dari sisi hadisnya, dan paling lengkap redaksinya,” jelas Ustaz Adi Hidayat.

Berikut adalah lafal doa menyambut Ramadan tersebut:

Allahumma ahillahu ‘alainaa bil yumni wal Imani wassalamati wal islami Rabbi wa Rabbukallahu.

Artinya:

“Ya Allah mohon hadirkan awal Ramadan kepada kami dengan penuh ketentraman, dan dengan penuh kekuatan iman, sehat dan selamat, dan dengan kekuatan islam Rabbi wa Rabbukallahu.”

Mengapa doa ini begitu dianjurkan? Ustadz Adi Hidayat membedah makna mendalam di balik setiap katanya.

1. Ketenangan Hati (Bil Yumni)


Kata 'Bil Yumni' adalah permohonan agar kita menjalani puasa dengan hati yang tenang. Menurut UAH, banyak orang yang gelisah saat Ramadan tiba, entah karena belum siap lapar atau memikirkan biaya hidup yang membengkak. Doa ini adalah solusinya.

2. Kekuatan Iman (Wal Imani)

Pernahkah kamu melihat masjid penuh di awal Ramadan tapi sepi di pertengahan? Itu tanda iman yang fluktuatif.

“Hati-hati, ada isyarat dalam kalimat ini seakan-akan orang-orang yang kedapatan Ramadan itu cenderung menurun spiritnya saat Ramadan, bukan stabil,” ungkap Ustadz Adi Hidayat mengingatkan.

Padahal, menurutnya, "Padahal di awalnya allah berikan kekuaatan iman yang sama.” Dengan doa ini, kita memohon agar grafik keimanan kita tetap stabil atau bahkan menanjak hingga akhir bulan.

3. Kesehatan Fisik (Wassalamati)

Kata ini bermakna permohonan agar fisik kita sehat dan selamat, sehingga tidak ada halangan penyakit yang mengganggu kekhusyukan ibadah.

4. Kualitas Ibadah (Wal Islami)

UAH menekankan perbedaan Iman dan Islam di sini. Jika Iman adalah baterai, maka Islam adalah wujud aktivitasnya. Kita berdoa agar tidak hanya semangat, tapi jenis dan kualitas ibadah (sholat, zakat, sedekah) kita juga meningkat.

5. Ikhlas Karena Allah (Rabbi wa Rabbukallahu)

Sebagai penutup, kalimat ini menegaskan tauhid. Bahwa segala lelah dan lapar kita, semata-mata hanya untuk Tuhan yang mengatur alam semesta, Allah SWT.

Yuk, mulai hafalkan dan amalkan doa ini dari sekarang

Sidang Isbat menjadi agenda penting bagi umat Muslim di Indonesia karena digunakan sebagai penentu resmi awal ibadah puasa Ramadhan. 

Keputusan final dari sidang ini akan diumumkan kepada masyarakat setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan.

Sidang akan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. 

Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta.

Tahapan Sidang Isbat Penentuan Ramadhan
Penetapan awal Ramadhan dilakukan melalui beberapa tahapan yang sudah menjadi standar pemerintah setiap tahun. Tahapan tersebut meliputi:

Pemaparan Data Hisab (Astronomi)

Tim ahli Kementerian Agama memaparkan posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi.

Data ini menjadi dasar ilmiah sebelum dilakukan pengamatan langsung.

Verifikasi Hasil Rukyatul Hilal

Pengamatan hilal dilakukan di 37 titik di seluruh Indonesia.

Lokasi pengamatan dipilih untuk memastikan laporan kemunculan hilal lebih akurat.

Musyawarah dan Pengambilan Keputusan

Seluruh peserta sidang berdiskusi untuk menentukan keputusan akhir.

Hasil sidang diumumkan melalui konferensi pers pemerintah.
Metode Penentuan Awal Ramadhan

Kementerian Agama menggunakan metode integrasi hisab dan rukyat dalam menentukan awal Ramadhan, Syawal, dan Zulhijjah. 

Pendekatan ini menggabungkan perhitungan astronomi dan pengamatan langsung.

Selain itu, terdapat aturan baru berupa Peraturan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2026. 

Regulasi ini memperkuat pelaksanaan Sidang Isbat agar lebih transparan dan memiliki kepastian hukum dalam penetapan awal bulan Hijriah.

Pihak yang Terlibat dalam Sidang
Sidang Isbat melibatkan berbagai unsur agar keputusan yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan keagamaan. Beberapa peserta sidang meliputi:

Perwakilan organisasi masyarakat Islam
Majelis Ulama Indonesia (MUI)
Perwakilan duta besar negara-negara Islam
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
Ahli falak atau astronomi
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
Perwakilan Mahkamah Agung
Pelaksanaan sidang juga merujuk pada Fatwa MUI terkait penetapan awal bulan Hijriah.

Perbedaan Penetapan dengan Muhammadiyah
Meski pemerintah baru akan menentukan awal Ramadhan melalui Sidang Isbat pada 17 Februari 2026, Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan jadwal puasa. 

Organisasi tersebut menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Penetapan tersebut didasarkan pada metode hisab hakiki yang secara konsisten digunakan oleh Muhammadiyah.

Masyarakat tetap dianjurkan menunggu pengumuman resmi pemerintah setelah Sidang Isbat berlangsung. 

Pengumuman tersebut akan menjadi acuan resmi pelaksanaan awal puasa Ramadhan di Indonesia.


(Tribunkalteng/Tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.