TRIBUNJATENG.COM, MAGELANG – Sosok Rowiyanto menjadi bahan pembicaraan publik terutama di Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, akhir-akhir ini.
Sosok yang menjabat Kepala Desa tersebut ternyata tidak diketahui keberadaannya selama dua bulan terakhir ini.
Pihak keluarga pun menyebut tidak mengetahui di manakah Rowiyanto sekarang.
Nomor ponsel yang bersangkutan pun tidak pernah aktif sejak dinyatakan menghilang.
Baca juga: Bahas Protokol Notaris Wafat, Kemenkum Jateng Jalin Koordinasi dengan MPD Kabupaten Magelang
• Buron 10 Tahun, Ini Wajah Hengky Penipu Rp566 Juta, Ditangkap Rabu Malam di Solo
Ya, Kepala Desa Sambeng ini disebut-sebut telah menghilang. Sudah dua bulan ini Rowiyanto tak diketahui jejaknya.
Rowiyanto menghilang setelah warganya memprotes rencana penambangan tanah uruk untuk tol Yogyakarta-Bawen.
Meskipun demikian, menghilangnya Rowiyanto ini bukanlah kejadian pertama.
Bupati Magelang, Grengseng Pamuji buka suara terkait kasus Kepala Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, Rowiyanto yang diduga menghilang selama dua bulan terakhir.
Grengseng menyatakan, pemerintah daerah saat ini hanya fokus memastikan pelayanan masyarakat di Desa Sambeng tetap berjalan.
“Yang penting pelayanan masyarakat jangan sampai terkendala,” ucap Grengseng seperti dilansir dari Kompas.com, Jumat (6/2/2026).
Dia mengatakan, perangkat desa dapat menggantikan sementara tugas-tugas yang menjadi kewenangan Kepala Desa.
Pihaknya juga menegaskan tidak akan melapor ke kepolisian untuk mencari keberadaan Rowiyanto.
Namun Grengseng menyebut, akan mengkaji alasan Rowiyanto jika terbukti sengaja meninggalkan tugas sebagai Kepala Desa Sambeng.
Tidak menutup kemungkinan, sanksi hingga pencopotan jabatan dapat dijatuhkan.
“Kalau memang meninggalkan tugas, biar dihukum sesuai kesalahannya. Kalau itu (hukuman) tidak diindahkan, kami lepas saja,” jelasnya.
Baca juga: Kabar Gembira! Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Siap Mengaspal pada 2027
Warga Desa Sambeng, Khairul Hamzah mengatakan, warga sempat mencari Rowiyanto karena urusan administrasi desa.
Namun hingga kini tidak pernah ada laporan orang hilang yang dibuat ke polisi.
“Ke keluarga beliau juga pernah ditanyakan, namun keluarga juga tidak mengetahui,” ujarnya.
Sekretaris Desa Sambeng, Siti Yumroatul Mardiyah mengungkapkan, Rowiyanto terakhir kali terlihat pada acara peletakan batu pertama pembangunan Koperasi Merah Putih pada 5 Desember 2025 pagi.
“Siang harinya kami sudah tidak bisa menghubungi beliau,” ucap Yumroatul.
Sehari sebelumnya, Rowiyanto masih berinteraksi dengan warga dalam pertemuan membahas rencana penambangan tanah uruk di Desa Sambeng.
Sejak Rowiyanto tidak diketahui keberadaannya, Yumroatul harus menandatangani sejumlah berkas yang seharusnya diteken oleh Kepala Desa.
Hal tersebut dilakukan setelah Dispermasdes Kabupaten Magelang memberikan diskresi urusan administratif. Salah satunya urusan pengelolaan keuangan desa.
Pada Januari 2026, Siti bercerita, Camat Borobudur Subiyanto mengirim surat teguran tertulis kepada Rowiyanto sebanyak dua kali.
"Sampai sekarang keberadaan Pak Kades belum diketahui," cetusnya.
Baca juga: UIN Saizu Purwokerto dan Pemkab Magelang Rumuskan Kerja Sama Beasiswa Pemuda Berprestasi
• Awas, Banyak Lubang di Jalan Mororejo Kendal, Rabu Malam Pemotor Tewas Kecelakaan
Hilangnya Rowiyanto tanpa kabar bukan kali pertama terjadi.
Menurut Siti, pada tahun lalu Rowiyanto juga sempat tidak berkantor tanpa izin selama sekira dua bulan.
Kabid Administrasi Pemerintahan Desa Dispermasdes Kabupaten Magelang saat itu, Katon Dwiandito menyebut, Rowiyanto mengaku berjalan kaki ke Lamongan, Jawa Timur.
“Alasannya karena intuisinya mengatakan bahwa saya harus menyelamatkan Indonesia melalui caranya,” ungkap Katon.
Menurut Katon, tindakan tersebut seharusnya dikenai sanksi.
“Walaupun kami menerbitkan surat peringatan, tidak ada orangnya, juga percuma,” ucapnya.
Sumber Kompas.com