Renungan Harian Kristen 7 Februari 2026 - Warisan Terindah dalam Kehidupan
Suci Rahayu PK February 06, 2026 05:11 PM

Renungan Harian Kristen 7 Februari 2026 - Warisan Terindah dalam Kehidupan

Bacaan ayat: Ulangan 32:39 (TB)  Lihatlah sekarang, bahwa Aku, Akulah Dia. Tidak ada Allah kecuali Aku. Akulah yang mematikan dan yang menghidupkan, Aku telah meremukkan, tetapi Akulah yang menyembuhkan, dan seorang pun tidak ada yang dapat melepaskan dari tangan-Ku. 

Oleh Pdt Feri Nugroho

 

Cara paham 'berhutang' nampaknya perlu dilirik, agar para orang tidak menjadi kecewa ketika anaknya berlaku tidak seperti yang diekspektasikan.

Beberapa orang tua kecewa berlebihan ketika mengetahui anaknya berlaku tidak baik, padahal yang ia ajarkan ialah kebaikan.

Sementara pada sudut pandang anak yang sedang bertumbuh, perlindungan dan nasihat orang tua justru dipahami sebagai belenggu yang menyandera kehidupannya.

Inilah situasi yang perlu dipahami kedua belah pihak agar bahasa kasih yang diutarakan dapat dipahami. 

Tanpa sadar beberapa orang tua meletakkan harga dirinya pada keberhasilan mendidik anaknya untuk senantiasa taat; sementara mereka lupa bahwa ada pekerjaan Allah yang sedang dinyatakan dalam kehidupan anak-anaknya.

Kadang para orang tua perlu paham bahwa pemeliharaan yang ia lakukan bukan semata tentang tanggung jawab, melainkan sedang 'membayar hutang' kepada orang tua yang pernah memelihara dulu, dan hari ini belum sempat atau tidak sempat membalasnya.

Ini warisan 'hutang' yang perlu diteruskan dari generasi ke generasi, agar setiap generasi dapat melakukan  tanggung jawabnya dalam sejarah kehidupan. 

Apakah warisan paling mendasar dan penting untuk diteruskan? Sekedar pemeliharaankah? Tidak! Musa justru mewariskan pengetahuan dan pemahaman yang benar tentang Allah, Sang Penguasa mutlak atas segala yang ada. 

Menjelang akhir hayatnya, Musa tampil memberikan pengajaran, tentang bahaya ketidaksetiaan kepada Allah.

Hal ini didasarkan pada fakta bahwa setiap bangsa mempunyai ilahnya masing-masing. Memasuki tanah perjanjian, itu bukan tanah kosong; melainkan tanah yang telah dihuni oleh berbagai bangsa. 

Setelah 430 tahun ditinggalkan oleh Yakub ke Mesir dalam bencana kelaparan, tanah tersebut akhirnya dihuni oleh berbagai bangsa lain. Itu sebabnya wajar jika kewaspadaan pertama ialah kesetiaan kepada Allah harus dijunjung tinggi. 

Melalui sebuah syair yang mendapatkan inspirasi Ilahi, Musa menulis, "Lihatlah sekarang, bahwa Aku, Akulah Dia. 

Tidak ada Allah kecuali Aku. Akulah yang mematikan dan yang menghidupkan, Aku telah meremukkan, tetapi Akulah yang menyembuhkan, dan seorang pun tidak ada yang dapat melepaskan dari tangan-Ku." Syair ini membawa umat untuk memahami bahwa Allah itu Esa; tidak ada duanya yang seperti Dia. 

Yang seperti Dia hanya Dia dan tidak ada yang lain. Ini proklamasi iman tentang Allah yang berkarya dalam sejarah. Bahwa Ia lah yang empunya kuasa mutlak atas segala yang ada. 

Segala yang terjadi atas segala yang ada, tidak akan terjadi tanpa sepengetahuan Dia. Dia berkuasa atas segalanya secara mutlak. Pengetahuan dan pemahaman ini perlu diwariskan dari generasi ke generasi. 

Warisan iman ini akan berdampak bagi kehidupan secara nyata. Bahwa setiap orang memang bertanggung-jawab atas kehidupannya.

Namun perlu sadar bahwa orang lain juga sedang melakukan tanggung jawabnya masing-masing. 

Maka tidak pada tempatnya untuk memaksakan sebuah tanggung jawab pada pihak yang bukan tanggung jawabnya. Bahkan, ada bagian yang menjadi tanggung jawab yang akan Allah lakukan. 

Itu sebabnya penting untuk menyelaraskan setiap tanggung jawab seturut dengan kehendak-Nya. 

Wariskan pengetahuan dan pemahaman ini agar setiap generasi melakukan tanggung jawabnya dengan baik. Pahami bahwa segala yang terjadi tidak pernah lepas dari Allah. 

Ia akan terus berkarya. Dan karya-karya-Nya dijamin baik bagi setiap orang yang percaya. Amin.

     Renungan Kristen oleh Pdt Feri Nugroho, GKSBS Siloam Palembang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.