Ekonomi Sulut Tumbuh 5,66 Persen di 2025, Pengangguran dan Kemiskinan Terus Menurun
Rizali Posumah February 06, 2026 06:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kinerja perekonomian Sulawesi Utara (Sulut) sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren positif.

Di tengah dinamika ekonomi global, Sulut justru mampu mencatat pertumbuhan ekonomi yang solid, disertai penurunan pengangguran, berkurangnya angka kemiskinan, serta ketimpangan yang semakin mengecil.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulut tahun 2025 atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp 204,75 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 113,66 triliun.

Secara kumulatif, ekonomi Sulut tumbuh sebesar 5,66 persen secara tahunan (c-to-c) dibandingkan tahun 2024.

Dari sisi lapangan usaha, sektor Industri Pengolahan menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan laju 9,97 persen.

Sementara dari sisi pengeluaran, ekspor luar negeri melonjak hingga 28,42 persen, menandakan meningkatnya daya saing produk Sulut di pasar internasional.

Kinerja ekonomi Sulut juga menunjukkan akselerasi di akhir tahun. Pada Triwulan IV 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,95 persen secara tahunan (year-on-year).

Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 20,67 persen, seiring pulihnya sektor pariwisata dan meningkatnya aktivitas usaha kuliner serta UMKM.

Secara kuartalan (quarter-to-quarter), ekonomi Sulut tumbuh 7,02 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh belanja pemerintah yang meningkat 21,75 persen serta pertumbuhan sektor jasa lainnya yang mencapai 20,61 persen.

Dari sisi ketenagakerjaan, kondisi juga menunjukkan perbaikan. Jumlah angkatan kerja pada November 2025 mencapai 1,43 juta orang, meningkat dibandingkan Agustus 2025.

Jumlah penduduk bekerja naik menjadi 1,35 juta orang, dengan sektor pengadaan listrik, air, dan gas menjadi salah satu penyerap tenaga kerja terbesar.

Proporsi pekerja formal pun meningkat menjadi 46,93 persen, mencerminkan perbaikan kualitas lapangan kerja.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat turun menjadi 5,78 persen, atau berkurang 0,21 persen poin dibanding periode sebelumnya.

Sementara itu, angka kemiskinan di Sulut juga mengalami penurunan.

Pada September 2025, persentase penduduk miskin tercatat sebesar 6,62 persen, turun 0,09 persen poin dibandingkan Maret 2025.

Di wilayah perkotaan, tingkat kemiskinan turun menjadi 3,95 persen.

Namun, wilayah perdesaan masih menjadi perhatian dengan angka kemiskinan sebesar 10,11 persen.

Tingkat ketimpangan pengeluaran masyarakat yang diukur melalui gini ratio juga mengalami penurunan menjadi 0,341.

Berdasarkan standar Bank Dunia, kelompok 40 persen penduduk terbawah kini menikmati sekitar 19,90 persen dari total pengeluaran, menandakan distribusi pendapatan yang semakin merata.

Menanggapi capaian tersebut, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar tidak cepat berpuas diri.

“Pertumbuhan ekonomi Sulut sudah berada di jalur yang baik. Tugas kita bersama adalah menjaga dan mengawalnya agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ujar YSK.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, Forkopimda, dunia usaha, dan masyarakat guna memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif ke depan. (Ren)

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.