TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Arbani Yasiz membagikan pandangannya soal makna keluarga lewat perannya di sinetron Keluarga Yang Tak Dirindukan.
Dalam sinetron tersebut, Arbani memerankan Thariq, sosok anak tengah yang dikenal berbakti dan memiliki hubungan baik dengan orang tuanya.
Arbani tak mengalami kesulitan berarti saat mendalami karakter Thariq karena posisinya sebagai anak tengah juga ia alami di kehidupan nyata.
Kedekatan pengalaman itu membuatnya lebih mudah memahami emosi dan cara berpikir tokoh yang ia perankan.
“Jadi anak tengah, mirip sama aku sendiri di rumah anak tengah. Sedikit banyak tahu gimana emosinya si Thariq dan tinggal diimplementasikan,” ujar Arbani Yasiz di kawasan Setiabudi Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026).
Meski demikian, ia menilai konflik keluarga yang dihadirkan dalam sinetron tersebut tidak bisa dilihat secara hitam putih.
Baca juga: Belajar dari Sinetron, Arbani Yasiz Harap Bangun Keluarga yang Teduh Bersama Raissa
Soal pandangannya ke orang tua dalam keluarga, Arbani mengaku tak terlalu banyak terpengaruh dari sinetron itu.
Menurutnya, banyak yang bisa dipelajari dari sinetron terbarunya itu terutama soal sikap anak ke orang tuanya.
“Perspektif yang berbeda sih nggak ya. Karena balik lagi ini masalah individualnya aja," ujar Arbani.
"Misalnya ada seorang anak yang memang jahat sama orang tuanya, tapi ada juga orang tua jahat sama anak-anaknya,” tuturnya.
Arbani juga menyoroti posisi anak dalam keluarga yang kerap dihadapkan pada tanggung jawab moral terhadap orang tua.
Ia menyebut hubungan orang tua dan anak tidak selalu berjalan seimbang, terutama ketika berbicara soal pengorbanan.
“Tapi aku lebih setuju dengan kata-kata ini ‘Orang tua mungkin bisa mendidik atau merawat 10 anak, tapi satu anak belum tentu bisa merawat orang tuanya.’ Jadi berat sih,” jelas Arbani.
Rencananya sinetron drama keluarga 'Keluarga Yang Tak Dirindukan' juga bisa disaksikan secara streaming di Netflix mulai 13 Februari 2026.
(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)