Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi|Aceh Tenggara
Tribungayo.com, KUTACANE - Kendaraan bermotor mulai antri mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU di Aceh Tenggara. Antrian BBM ini akibat pasokan BBM di SPBU mulai tidak normal.
Ketua LSM Komunitas Rakyat Ekonomi Kecil (Korek) Aceh, Irwansyah Putra kepada Tribungayo.com, Jumat (6/2/2026) mengatakan, berdasarkan pemantauan sejak tiga hari terakhir ini pasokan BBM di SPBU-SPBU mulai langka atau tidak normal.
"Artinya, perlu dilakukan pengawasan dalam pendistribusian BBM dan melarang pembelian minyak solar bersubsidi pakai jerigen atau tangki modifikasi," ujarnya.
Selama ini, pengawasan pendistribusian BBM bersubsidi di Aceh Tenggara diduga masih cukup lemah.
"Karena masih terjadi penyimpangan di lapangan. kita minta semua pihak untuk mengawasi pendistribusian BBM dari SPBU hingga ke pengunaan BBM di lapangan," sebutnya.
Kelangkaan atau mahalnya harga BBM bersubsidi seperti bio solar di Aceh Tenggara akan berdampak terhadap perekonomian rakyat kecil khususnya angkutan Mopen pedesaan dan mobil lintas Aceh - Sumut.
"Apabila ada indikasi penimbunan BBM atau pembelian BBM bersubsidi pakai jerigen yang digunakan tidak pada semestinya oleh pihak-pihak yang tak bertanggungjawab," jelasnya.
Misalnya untuk proyek pembangunan infrastruktur dan penggunaan alat berat excavator dan sejenisnya di tambang galian C, maka ini harus dilaporkan kepada aparat kepolisian setempat untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
"Kita minta kerjasama semua pihak dan termasuk masyarakat untuk berpartisipasi mengawasi pendistribusian BBM bersubsidi,"ujar Irwansyah Putra.(*)
Baca juga: Barcode BBM Subsidi Kembali Berlaku di Daerah Bencana, Tapi Ada SPBU Batasi Penjualan