TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ekspor nonmigas Indonesia ke Swiss selama periode Januari-Desember 2025 melonjak tajam hingga 225 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan peningkatan tersebut didorong oleh dominasi komoditas perhiasan dan permata.
"Jadi, didominasi oleh perhiasan atau permata," kata Budi dalam konferensi pers di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026).
Baca juga: Thailand Gunakan Sertifikasi Thai Select untuk Dorong Ekspor Budaya dan Kuliner di Indonesia
Pada 2024, lima besar ekspor nonmigas Indonesia ke Swiss berdasarkan HS 2 digit didominasi perhiasan dan permata dengan pangsa pasar mencapai 96,23 persen
Selain itu, terdapat mesin dan peralatan listrik dengan pangsa 1,53 persen, kendaraan dan bagiannya 0,43 persen, olahan buah dan sayuran sebesar 0,22 persen, serta alas kaki 0,21 persen.
Pada 2025, dominasi komoditas perhiasan dan permata semakin kuat.
Pangsa pasarnya tercatat meningkat menjadi 98,73 persen dari total ekspor nonmigas ke Swiss.
Kemudian ada mesin dan peralatan listrik 0,61 persen, kendaraan dan bagiannya 0,09 persen, olahan buah dan sayuran 0,08 persen, serta alas kaki 0,07 persen.
Kenaikan ekspor nonmigas Indonesia sepanjang 2025 terlihat timpang antara Swiss dan negara lain.
Baca juga: Bulog Masih Matangkan Rencana Ekspor Beras ke Arab Saudi untuk Haji-Umrah
Di bawah Swiss, ada Singapura dengan pertumbuhan ekspor mencapai 31,40 persen, Uni Emirat Arab 31,28 persen, Thailand 28,82 persen, serta Bangladesh 28,27 persen.
Sementara itu, secara kawasan, pertumbuhan ekspor nonmigas tertinggi tercatat ke Asia Tengah sebesar 59,39 persen, kemudian Afrika Barat 56,66 persen, Eropa Barat 43,95 persen, Amerika Selatan 33,54 persen, serta Afrika Timur 32,61 persen.
Secara total, nilai ekspor nonmigas Indonesia pada Desember 2025 tercatat sebesar 25,09 miliar dolar AS, meningkat 15,93 persen dibandingkan November 2025 yang sebesar 21,64 miliar dolar AS.
Secara kumulatif, nilai ekspor nonmigas sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 269,84 miliar dolar AS atau tumbuh 7,66 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Posisi pertama negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia ditempati Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dengan nilai ekspor mencapai 64,82 miliar dolar AS sepanjang Januari–Desember 2025 dan pangsa sekitar 24,02 persen.
Di bawahnya ada Amerika Serikat dengan nilai ekspor sebesar 30,96 miliar dolar AS atau berkontribusi sekitar 11,47 persen terhadap total ekspor nonmigas Indonesia.
India berada di peringkat ketiga dengan nilai ekspor 18,32 miliar dolar AS dan pangsa sekitar 6,79 persen.
Selanjutnya, Jepang menempati posisi keempat dengan nilai ekspor mencapai 15,51 miliar dolar AS atau sekitar 5,75 persen dari total ekspor nonmigas.
Malaysia melengkapi lima besar negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia dengan nilai 11,72 miliar dolar AS dan pangsa sekitar 4,34 persen.