Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin Mulyono Purwo Wijoyo yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diketahui masih rutin pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Klaten.
Sosok yang juga dikenal sebagai dalang dengan nama Ki Mulyono Purwo Wijoyo itu bahkan disebut pulang tiap akhir pekan.
Ketua Harian Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Kabupaten Klaten, Ki Hariey Sembung, mengungkapkan bahwa Mulyono meski berdinas di luar Jawa tetap menjaga aktivitasnya di Klaten.
Ia menyebut Mulyono masih aktif dalam dunia pedalangan serta organisasi seni wayang setempat.
Ki Mulyono diketahui menjabat sebagai Ketua Umum PEPADI Kabupaten Klaten.
Dalam struktur organisasi, Ki Hariey bertugas sebagai Ketua Harian yang mengisi berbagai kegiatan, sementara Mulyono memberikan dukungan terhadap aktivitas seni pedalangan.
Baca juga: SOSOK Kepala KPP Madya Banjarmasin yang Terjaring OTT KPK, Ternyata Dalang Kondang asal Klaten
"Iya, karena beliau di luar Jawa tapi setiap Sabtu-Minggu beliau pulang (ke Klaten)," ujar Hariey, saat dikonfirmasi TribunSolo, Jumat (6/2/2026).
Hariey menjelaskan, Mulyono tetap terlibat dalam berbagai kegiatan seni pedalangan di Klaten.
Dukungan yang diberikan mencakup berbagai kegiatan pertunjukan maupun organisasi.
Selain aktif secara organisasi, Mulyono juga masih rutin tampil sebagai dalang dalam berbagai pentas wayang, terutama pada akhir pekan.
"Terakhir 1 minggu yang lalu, ini ya nanti malam minggu juga pentas," kata Hariey.
"Ini ada masih ada beberapa kali pentas," tambahnya.
Baca juga: Gapura Dusun di Gantiwarno Klaten Ambruk Diguncang Gempa Pacitan, Warga Sempat dengar Suara Gemuruh
Sebelumnya, Mulyono yang menjabat sebagai Kepala KPP Madya Banjarmasin ditangkap KPK dalam OTT di Banjarmasin, Kalimantan Selatan bersama dua orang lainnya, yakni seorang ASN dan pihak swasta, Rabu (4/2/2026).
Penangkapan tersebut mengejutkan berbagai pihak, termasuk kalangan seni pedalangan di Klaten yang selama ini mengenalnya sebagai dalang aktif.