Seorang siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Kendari dikeroyok hingga mengalami luka robek delapan jahitan.
Insiden pengeroyokan dialami AM (15) saat melintasi Kelurahan Tobuuha, Kecamatan Puuwatu di ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (4/2/2026).
Saat kejadian tersebut, korban dikeroyok pelajar lain dari sekolah berbeda sekitar 10 orang.
Korban dihantam menggunakan besi gesper di bagian kepalanya hingga mengalami luka sobek.
Kakak AM, NA, menjelaskan saat kejadian adiknya dilarikan ke Puskesmas Puuwatu usai berceceran darah.
“Setelah dikeroyok, adik saya mengalami luka sobek delapan jahitan di kepalanya, setelah dihantamkan geser besi,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).
NA menambahkan setelah luka sobek ditangani, korban dipulangkan dan rawat jalan.
Namun pada esok hari, tepatnya Kamis (5/2/2026), korban mengalami mual hebat, hingga dilarikan ke Puskesmas Puuwatu.
"Kami sudah melaporkan kejadian tersebut ke polisi, tepat hari pengeroyokan,” ujarnya.
Jarak Kelurahan Tobuuha dengan Polresta Kendari 6,9 kilometer (km), waktu tempuh 15 menit berkendara motor atau mobil.
Markas polisi ini berada di Jalan DI Panjaitan No 1, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-Wua. (*)