Sriwijaya FC Didesak Tetap Bermarkas di Palembang, Singa Mania Anggap Depok Bukan Rumah
Abdul Hafiz Sripo February 06, 2026 06:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Rencana manajemen Sriwijaya FC untuk memindahkan homebase ke Depok pada putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/26 memantik gelombang penolakan dari suporter. Ketua Umum Singa Mania, Yayan Hariansyah, S.Sn., M.Sn., menegaskan bahwa Sriwijaya FC tidak boleh tercerabut dari akar sejarahnya di Palembang.

""Kami meminta kepada manajemen untuk memikirkan ulang mengenai persoalan homebase Sriwijaya FC. Kami berharap homebase Sriwijaya FC masih tetap berada di daerah Palembang," ungkap Yayan Hariansyah, S.Sn., M.Sn kepada Sripoku.com, Jumat (6/2/2026).

Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang menurutnya pilihan yang tepat dan tidak boleh lagi dipindah-pindah karena Stadion GSJ ini kandangnya Sriwijaya FC. 

Keangkeran Stadion GSJ ini sebagai kandang Sriwijaya FC itu harganya mahal. Yayan khawatir kalau homebase pindah ke daerah lain, maka aura atau keangkeran, atau wibawa Sriwijaya FC itu hilang, pudar. 

"Maka kami berharap bahwa ini bukan persoalan nominal uang, tetapi persoalan harga diri, persoalan wibawa, persoalan keberadaan atau eksistensi Sriwijaya FC," ujarnya.

Menurut aktivis yang akrab dijuluki Yayan Joker, Sriwijaya FC itu sudah melekat di Palembang, tidak boleh di luar Palembang. Kalau seandainya manajemen mempertimbangkan homebase karena persoalan sewa JSC, sebenarnya masih ada Stadion Bumi Sriwijaya sebagai alternatif yang lebih murah harganya. 

"Bagi kami homebase Sriwijaya FC di JSC atau di Bumi Sriwijaya harga mati. Yang penting homebase Sriwijaya FC masih di daerah Palembang dan sekitarnya," tegasnya.

Langkah manajemen Sriwijaya FC ini diambil bukan tanpa alasan. Krisis finansial yang belum kunjung membaik membuat manajemen harus mencari solusi efisiensi. Direktur Olahraga PT SOM, Anggoro Prajesta, menegaskan bahwa keputusan ini masih bersifat sementara.  

“Semua masih dipikirkan dan dipertimbangkan. Banyak faktor yang harus dilihat ke depan,” ujar Anggoro Prajesta.

Sementara itu, Sekretaris PT SOM sekaligus Ketua Panpel laga home Sriwijaya FC, Faisal Mursyid, mengakui bahwa relokasi pertandingan bisa saja terjadi. “Masalahnya memang ada pertimbangan efisiensi waktu dan biaya. Kalau dijalankan, artinya laga home Sriwijaya FC di Depok, sementara Panpel di Palembang istirahat,” katanya.

Di TC Depok, skuat Elang Andalas mendapat suntikan semangat dari pelatih senior Iwan Setiawan, yang hadir bersama tim kepelatihan termasuk putranya Gary Anggrana. Kehadiran mereka diharapkan mampu memompa motivasi pemain menghadapi jadwal padat: sembilan laga, terdiri dari 4 kandang dan 5 tandang. Namun tantangan besar menanti. Dua laga home pertama harus digelar tanpa penonton akibat sanksi Komdis PSSI.

“Ini yang kita sesalkan, karena tidak ada pemasukan tiket. Tapi kita tetap optimis tim bisa tampil maksimal,” tegas Faisal. Relokasi ke Depok sekaligus menjadi babak baru perjalanan Sriwijaya FC. Dari Palembang ke Depok, dari krisis ke optimisme, Elang Andalas bertekad tetap terbang tinggi meski badai menghadang.

TC DI SAWANGAN
TC DI SAWANGAN - Sriwijaya FC, klub kebanggaan masyarakat Sumsel itu resmi menggelar Training Camp (TC) di Sawangan, Depok, sebagai persiapan menghadapi putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/26. (MO SRIWIJAYA FC)

Baca juga: Sriwijaya FC Deal dengan Zac Tyson, Eks Legiun Asing Persiraja Siap Jadi Tembok Kokoh Elang Andalas

 Jadwal Panas Sriwijaya FC
15 Februari 2026 – vs FC Bekasi City (Home, tanpa penonton)
20 Februari 2026 – vs Persikad Depok (Home, tanpa penonton)
28 Februari 2026 – Derby Sumsel vs Sumsel United (Away, Jakabaring)
28 Maret 2026 – vs Persiraja Banda Aceh (Away)
5 April 2026 – vs PSPS Pekanbaru (Home)
12 April 2026 – vs Persekat Tegal (Away)
19 April 2026 – vs PSMS Medan (Away)
25 April 2026 – vs Garudayaksa FC (Home)
2 Mei 2026 – vs Adhyaksa FC Banten (Away)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.