TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - PSIM Yogyakarta dan Persis Solo sama kuat di babak pertama dalam laga bertajuk Derby Mataram yang digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (6/2/2026).
Laga di pekan ke-20 BRI Super League 2025/2026 itu berakhir 0-0 di paruh pertama, kedua tim belum mampu memaksimalkan peluang yang ada.
Sejak peluit kick-off dibunyikan wasit, PSIM Yogyakarta langsung tampil agresif. Dukungan penuh dari suporter di tribun membuat para pemain Laskar Mataram berani bermain menyerang dan menekan pertahanan Persis Solo.
Sejumlah peluang tercipta melalui kedua sisi sayap yang ditempati Ezequiel Vidal dan Riyatno Abiyoso.
Pergerakan keduanya beberapa kali merepotkan barisan belakang Persis. Namun hingga 20 menit pertama pertandingan berjalan, skor masih bertahan sama kuat 0-0.
Peluang berbahaya PSIM hadir pada menit ke-25. Fahreza Sudin mendapatkan ruang tembak di dalam kotak penalti Persis Solo.
Namun sepakan gelandang PSIM itu masih terlalu lemah dan mampu diamankan kiper Persis.
Persis Solo tidak tinggal diam. Tim tamu sesekali mengancam melalui pergerakan Yabes Roni.
Namun upaya mantan pemain Bali United tersebut masih mampu diantisipasi dengan baik oleh bek PSIM, Yusaku Yamadera.
Jual beli serangan terus tersaji sepanjang babak pertama. Kedua tim bermain terbuka dan saling bergantian melancarkan tekanan.
Menjelang akhir babak pertama, PSIM kembali memperoleh peluang emas. Fahreza Sudin kembali berhadapan satu lawan satu dengan kiper Persis pada menit ke-40.
Sayang, sepakan Fahreza berhasil diblok kiper lawan dan gagal berbuah gol.
Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, skor kacamata 0-0 tetap bertahan dalam laga Derby Mataram yang berlangsung ketat tersebut.