Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bengkulu Tengah, Fepi Suheri, menyatakan pihaknya memilih tidak mengikuti Musyawarah Wilayah (Muswil) X PPP Bengkulu yang digelar, Kamis (5/2/2026).
Fepi menegaskan, sikap tersebut diambil bukan karena menentang partai, melainkan mempertanyakan dasar hukum pelaksanaan Muswil yang dinilainya belum jelas.
Menurut Fepi, pelaksanaan muswil seharusnya berlandaskan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.
Namun hingga saat ini, ia mengaku belum melihat adanya AD/ART hasil Muktamar X PPP yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum.
“Sepengetahuan saya dasarnya AD/ART. Setelah Muktamar X, belum ada AD/ART hasil muktamar yang disahkan Menteri Hukum. Ini yang membuat kami ragu,” ujarnya.
Baca juga: Muswil X DPW PPP Bengkulu Tetapkan 5 Formatur Susun Kepengurusan 2026–2031
Struktur organisasi PPP bersifat hierarkis dari pusat hingga daerah.
Oleh karena itu, menurutnya pembenahan seharusnya dilakukan terlebih dahulu di tingkat pusat sebelum diturunkan ke wilayah dan cabang.
“PPP ini kan strukturnya dari atas ke bawah. Harusnya berbenah dulu dari atas, baru ke bawah,” tegas Fepi.
Fepi juga mempertanyakan AD/ART mana yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan Muswil X PPP Bengkulu, mengingat hingga kini pihaknya belum pernah ditunjukkan dokumen tersebut.
“AD/ART partai yang mana yang dipakai? Kami belum ditunjukkan AD/ART,” katanya.
DPC PPP Bengkulu Tengah tidak pernah berniat melawan atau membangkang terhadap partai.
Namun, ia menilai aturan internal perlu dibenahi agar tidak menimbulkan kegaduhan di tubuh partai.
“Kami tidak pernah melawan dengan partai, tapi benahi dulu aturannya. Kami ingin PPP ini jangan gaduh, harus menyatu dan kaidahnya lebih bagus. Tujuan kita ingin menyajikan yang terbaik untuk masyarakat,” ucapnya.
Fepi juga mengaku berada dalam posisi sulit di tengah dinamika internal yang terjadi saat ini.
“Kalau seperti ini kondisinya, kami bingung. Jangan membuat kami memakan buah simalakama,” ujarnya.
Lebih lanjut, Fepi menyoroti belum adanya kesepakatan di tingkat DPP PPP.
Menurutnya, jika memang terdapat kesepakatan yang sah, maka surat keputusan seharusnya ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal secara bersamaan.
“Kalau memang sepakat, Ketua Umum tanda tangan, Sekjen pasti tanda tangan. Ada apa ini? Tolong luruskan persoalan ini, jangan sampai kita gaduh,” katanya.
Ia juga mempertanyakan sikap yang harus diambil DPC apabila mengikuti Muswil, sementara di sisi lain terdapat memo dari Sekretaris Jenderal yang meminta penundaan pelaksanaan Muswil.
“Kalau kami ikut muswil, bagaimana dengan memo Sekjen? Kalau soal tinggi rendah jabatan, mereka itu dalam satu kesatuan SK,” jelasnya.
Berdasarkan AD/ART yang selama ini ia pahami, setiap kebijakan strategis partai harus ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal.
“Di AD/ART partai yang saya tahu, harus tanda tangan Ketua Umum dan Sekjen. Saya tidak tahu dengan AD/ART hasil Muktamar X, apakah ada aturan baru atau seperti apa,” ujarnya.
Namun demikian, Fepi menyatakan pihaknya akan patuh apabila memang ada ketentuan AD/ART yang membolehkan penandatanganan dilakukan oleh Wakil Sekretaris Jenderal.
“Kalau memang boleh ditandatangani oleh Wakil Sekjen, tentu kami manut, tetapi harus ada AD/ART-nya,” tegasnya.
Selain itu, keabsahan hasil Muswil X PPP Bengkulu, khususnya terkait terpenuhinya syarat quorum.
“Hasil Muswil X PPP Bengkulu itu quorum atau tidak? Kalau memang quorum, ya tunjukkan buktinya. Setahu saya di AD/ART harus dua pertiga pengurus, sedangkan yang hadir ke sana tidak sampai segitu. Atau jangan-jangan AD/ART-nya sudah diubah,” ucapnya.
“Kalau memang AD/ART-nya sudah diubah, mohon tunjukkan kepada kami. Kalau sudah ditunjukkan dan benar aturan tersebut ada, tidak mungkin kami tidak ikut muswil,” tegas Fepi.
Selama dasar hukum pelaksanaan muswil jelas dan sesuai ketentuan partai, DPC PPP Bengkulu Tengah siap mengikuti seluruh keputusan organisasi.
“Kami pasti akan mematuhi aturan partai,” pungkasnya.