TRIBUNFLORES.COM, KETANG - Seorang ibu hamil (Bumil) Emilia Jenia (27) asal Desa Ketang, Kecamatan Lelak, Kabupaten Manggarai melahirkan seorang bayi laki-laki di atas mobil Pikap saat diantar ke Puskesmas (PKM) Ketang, Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur, Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 01.15 Wita.
Persalinan yang terjadi di tengah perjalanan itu dibantu dua bidan di Pustu Lentang, bidan Erminolda Ganul dan bidan Hilaria Fesna.
Kepala Puskesmas Ketang, Wili Dugis, menjelaskan, ibu hamil tersebut pada Rabu 28 Januari 2026 sudah pergi Ultrasonografi (USG) di Rumah Sakit.
Dari Rumah Sakit, Emilia mendapatkan surat control ulang pada Selasa 3 Februari 2026.
Namun, setelah pulang USG tanggal 28 Januari 2026 itu, ia merasa nyeri dan sakit pinggang sehingga malam harinya diantar ke PKM Ketang untuk bersalin.
Baca juga: Derita Warga Pelosok Wewaria Ende: Ibu Hamil hingga Pelajar Nekat Terobos Banjir Kali Lowolaka
"Kejadian satu minggu lalu, itu terjadi dalam perjalanan dari rumah mereka. Ibu itu bersalin di Pikap dan belum sempat sampai di PKM Ketang baru di Pustu Lentang, belum juga di Pustu ibu sudah melahirkan. Saat itu ada dua bidan yaitu ibu Linda dan Hilda yang memberikan pertolongan di atas Pikap dan setelah lahir dirawat ke Pustu untuk penanganan selanjutnya,"ujar Kapus Wili kepada TRIBUNFLORES.COM Jumat (6/2/2026) malam.
Kapus Wili menjelaskan ibu tersebut melahirkan anak kedua, jenis kelamin bayi laki-laki dengan berat badan 3 kilo gram. Bayi dan ibunya sehat.
Ia juga menjelaskan memang tidak ada kendala sebenarnya saat di antar menuju PKM Ketang, namun karena sudah saatnya mau melahirkan maka ibu tersebut bersalin di tengah jalan di atas Pikap.
"Dari Lentang ke PKM itu hanya 15 menit saja, memang waktu itu sudah tanda-tanda bersalin, ibu itu melahirkan anak kedua,"ujarnya.
Ia mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena proses persalinan berjalan aman dan lancar meski di atas Pikap.
"Puji Tuhan, ibu dan anaknya selamat dan sehat,"ujarnya.
Ia mengucapkan terima kasih kepada semua Nakes terutama dua bidan yang telah memberikan pelayanan yang maksmimal meski tengah malam dengan alat penerangan seadaanya.
Ia juga bercerita, tahun lalu pernah juga warga di sana melahirkan dalam ambulance saat hendak di rujuk Rumah Sakit Umum Daerah Ruteng. Ibu dan bayi selamat karena ada bidan yang membantu saat bersalin.
"Pernah juga bersalin dalam ambulance dari PKM ke RSUD Ruteng, itu tahun 2025 kemarin. Ibu dan bayi selamat,"ujarnya.
Sementara itu, Bidan Hilda mengatakan proses persalinan berjalan aman dan lancar. Penerangan saat bersalin di bak Pikap dibantu senter yang ia bawa dan senter Hand Phone dari keluarga ibu hamil.
"Saya kebetulan bawa senter. Di tambah dengan senter HP dari pasien,"ujarnya. (Kgg).