TRIBUNTRENDS.COM - Suasana belajar di MI Roudlotut Tholibin, Desa Wedani, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mendadak berubah mencekam. Kamis (5/2/2026) siang, para siswa dibuat ketakutan setelah seekor anak ular kobra tiba-tiba muncul dari lubang cor di lingkungan sekolah.
Kejadian bermula saat seorang murid yang sedang berada di dalam kelas melihat pergerakan mencurigakan dari lubang cor di sekitar sekolah. Tak lama kemudian, tampak seekor ular kobra kecil keluar dari lubang tersebut. Murid itu segera melapor kepada guru bernama Yusuf.
“Awalnya satu anak ular kobra yang terlihat keluar dari lubang cor. Setelah itu muncul lagi, sehingga pihak sekolah langsung melapor ke Damkar,” ujar Perwira Piket Damkar Gresik, Sulyono, dikutip dari Kompas.com, Jumat (6/2/2026).
Kemunculan ular berbisa itu sontak membuat para siswa panik dan enggan mendekati area tersebut. Demi menghindari risiko yang lebih besar, pihak sekolah segera menghubungi layanan pemadam kebakaran untuk melakukan evakuasi.
Laporan diterima Damkar Gresik pada pukul 14.37 WIB dan langsung diteruskan ke Pos Damkar Menganti. Enam petugas dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.
Setibanya di sekolah, petugas langsung membongkar lubang cor yang dicurigai menjadi sarang ular. Hasilnya mengejutkan. Dari dalam lubang tersebut, petugas berhasil mengevakuasi 14 ekor anak ular kobra.
Baca juga: Viral Dika Si Bocah Penangkap Ular dari Bandung, Sudah Putus Sekolah, Cari Uang dari Jualan Ular
“Total ada 14 anakan ular kobra yang kami evakuasi dari satu lubang cor,” kata Sulyono.
Proses evakuasi berlangsung hampir satu jam dan selesai sekitar pukul 15.56 WIB. Seluruh anakan ular berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban.
Damkar mengimbau masyarakat, khususnya pihak sekolah, agar tidak panik jika menemukan ular di lingkungan sekitar. Warga diminta tidak membunuh atau memprovokasi ular karena berisiko memicu serangan, terutama jika ular sedang melindungi sarangnya.
Langkah paling aman adalah menjauh dengan tenang, mengamankan area, memberi peringatan kepada orang lain, lalu segera menghubungi petugas berwenang seperti Damkar, BKSDA, atau tim evakuasi satwa liar.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi sekolah dan lingkungan sekitar untuk rutin memeriksa area bangunan, terutama lubang, tumpukan material, dan tempat lembap yang berpotensi menjadi sarang hewan berbahaya.
Tribun Jatim | Ignatia | TribunTrends.com | Afif Muhammad