Dugaan Keracunan MBG Posyandu di Palangka Raya Masih Ditelusuri, Kadinkes Tunggu Hasil Uji BBPOM
Sri Mariati February 06, 2026 09:05 PM

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Dugaan keracunan pada pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), di Posyandu Harum Manis Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), masih dalam tahap penelusuran. 

Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya memastikan penetapan penyebab kejadian tersebut menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Kepala Dinas Kesehatan Palangka Raya, Riduan mengatakan, pihaknya telah menyerahkan sampel makanan yang diduga terkait kejadian tersebut kepada Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palangka Raya untuk dilakukan pengujian lebih lanjut.

“Sudah kita antarkan sampelnya ke BBPOM Palangka Raya,” ujar Riduan saat dikonfirmasi TribunKalteng.com, Jumat (6/2/2026).

Riduan menjelaskan, pemeriksaan laboratorium memerlukan waktu karena terdapat sejumlah parameter yang harus diuji sebelum hasil akhir dapat disimpulkan.

“Kami juga masih menunggu. Kan ada beberapa item yang diperiksa. Kalau sudah selesai dan hasilnya keluar, baru nanti disampaikan,” katanya.

Terkait dugaan keracunan, Riduan menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti dari keluhan kesehatan yang dialami sejumlah penerima manfaat MBG.

“Nah, kita belum tahu. Belum bisa memastikan itu keracunan atau tidak. Bisa saja karena hal-hal lain,” ujarnya.

Ia menilai, jika kejadian tersebut merupakan keracunan makanan, dampaknya umumnya akan dirasakan oleh banyak penerima manfaat dalam waktu bersamaan. 

Sementara dalam kasus ini, keluhan hanya dialami oleh sebagian kecil penerima manfaat.

“Kalau keracunan biasanya banyak orang. Ini kan cuma beberapa orang saja,” katanya.

Ia juga menyebutkan, salah satu kemungkinan yang masih dikaji ialah keterlambatan waktu konsumsi makanan setelah didistribusikan.

“Bisa saja karena terlambat makannya, lewat dari jamnya. Itu juga bisa berpengaruh,” jelasnya.

Meski demikian, Riduan menegaskan bahwa seluruh kemungkinan penyebab akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, bukan asumsi.

Baca juga: 16 dari 102 Penerima Manfaat MBG 3B di Posyandu Harum Manis Sempat Mual, Kini Sudah Membaik

Baca juga: Breaking News, Berulang Lagi Diduga Keracunan BMG Palangka Raya, Korban Ibu Hamil dan Balita

“Kita tunggu saja hasil sampelnya. Kita ingin memastikan,” pungkasnya.

Kasus tersebut kini ditangani lintas instansi, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN) dan Dinas Kesehatan Palangka Raya, sembari menunggu hasil uji laboratorium sebagai dasar penetapan langkah lanjutan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.