Laporan Muhammad Azzam
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI- Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi meminta bantuan Kepolisian untuk menangkap para pelaku pencurian kabel penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Pasalnya pencurian kabel PJU marak terjadi di Kabupaten Bekasi. Dishub berharap polisi mencari pelaku dan berpatroli menjaganya.
"Untuk mengantisipasi pencurian, kami juga berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat. Setiap ada laporan kehilangan, pihaknya meminta bantuan patroli dari Polsek terdekat," kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishub Kabupaten Bekasi, Deni Hendra pada Jumat (6/2/2026).
Deni mengungkapkan bahwa hasil pendataan di lapangan menunjukkan kehilangan terbanyak terjadi pada komponen suku cadang PJU seperti kabel dan panel kontrol.
“Dari penertiban dan pendataan yang kami lakukan, kemarin itu paling banyak kehilangan suku cadang dan komponen panel. Memang kejadiannya banyak di jalan nasional, namun aset PJU tersebut adalah milik pemerintah daerah,” ujar Deni.
Ia menjelaskan, meski berada di ruas jalan nasional, Dishub Kabupaten Bekasi tidak dapat melakukan pengelolaan penuh karena kewenangan jalan berada di pemerintah pusat.
Namun demikian, demi menjaga keselamatan pengguna jalan, Dishub tetap melakukan perbaikan menggunakan aset yang tersedia.
“Karena kesiapan dan kebutuhan di lapangan, kami coba perbaiki dari aset yang kami miliki. Banyak kabel yang ukurannya kecil dan rawan dicuri. Dari wilayah KPU sampai perbatasan Karawang, banyak kabel PJU yang hilang,” jelasnya.
Tak hanya itu, pencurian juga terjadi di wilayah Kabupaten Bekasi lainnya, mulai dari Taman Kalimalang hingga sekitar Stasiun Lemahabang Akibatnya, lampu PJU kerap kembali padam meski baru saja diperbaiki.
“Sudah kita perbaiki, tapi beberapa hari kemudian mati lagi karena dicuri. Ini yang menjadi tantangan kami di lapangan,” tambahnya.
Deni menyebutkan, sebagian besar kabel yang dicuri merupakan jenis NYY, yang memiliki nilai jual tinggi. Hal ini membuat Dishub kini tengah mempertimbangkan alternatif material serta melakukan kajian agar perbaikan tidak terus berulang.
Ia mengakui, dampak dari pencurian PJU sangat dirasakan masyarakat, terutama pada malam hari. Banyak aduan yang masuk melalui media sosial dan kanal pengaduan resmi pemerintah daerah.
“Kami sedang mempelajari apakah masih akan menggunakan kabel NYY atau mencari alternatif lain. Kalau terus pakai kabel yang sama, setelah diperbaiki kemungkinan besar akan hilang lagi,” katanya.
Deni juga mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga fasilitas umum, khususnya PJU yang berfungsi untuk keselamatan pengguna jalan.
Menurutnya, pencurian fasilitas umum pada akhirnya akan merugikan masyarakat sendiri, karena berdampak pada keamanan dan kenyamanan.
“PJU ini fasilitas umum dan perlengkapan jalan demi keselamatan masyarakat. Kalau lampu mati, apalagi kondisi jalan rusak akibat hujan, risiko kecelakaan jadi tinggi,” tegasnya. (MAZ)