Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG – Kasus kematian Aulia Zakrike (19), warga Desa Air Kopras, Kecamatan Pinang Belapis, Lebong, Provinsi Bengkulu yang masih menyisahkan misteti perlahan mulai menemui titik terang.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal kepolisian, kematian ibu rumah tangga (IRT) yang tengah mengandung itu mengarah kuat pada dugaan pembunuhan.
Korban yang diketahui baru beberapa bulan menikah, ditemukan tewas secara tidak wajar di dalam kamar rumahnya pada Kamis (5/2/2026) siang.
Informasi terhimpun TribunBengkulu.com, saat peristiwa terjadi, korban diketahui berada seorang diri di rumah. Ibu korban yang berprofesi sebagai guru tengah mengajar disalah satu sekolah, sementara ayahnya sedang bekerja berjualan di pasar.
Sedangkan untuk suami korban, Oga juga tidak berada di lokasi kejadian.
Diketahui pula, korban dan suaminya sudah beberapa hari tidak tinggal serumah. Suami korban disebut pulang ke rumah orang tuanya di Desa Lemeu Kecamatan Uram Jaya.
Warga sekitar mengaku tidak mendengar adanya suara mencurigakan maupun keributan sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
Dimana berdasarkan keterangan suami korban kepada penyidik, sekitar pukul 11.00 WIB ia menghubungi ayah mertuanya. Saat itu, Oga mengaku memiliki firasat buruk terkait kondisi istrinya.
Mendapat kabar tersebut, ayah korban langsung pulang ke rumah untuk memastikan keadaan putrinya.
Setibanya di rumah, ia mendapati Aulia telah tergeletak tidak bernyawa di dalam kamar dengan luka sayatan di bagian leher serta darah berceceran di sekitar tubuh korban.
Ayah korban kemudian menghubungi kembali menantunya dan menyampaikan bahwa putrinya mengalami kecelakaan, tanpa menjelaskan secara rinci kondisi sebenarnya.
Baca juga: Polisi Temukan Barang Bukti Pembunuhan Perempuan Hamil di Lebong, Pisau Dapur Berlumuran Darah
Tak lama berselang, Oga datang ke rumah korban bersama ibunya dan mendapati sang istri telah meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan.
Kondisi kamar korban yang berantakan serta sejumlah luka di tubuh korban semakin menguatkan dugaan adanya perlawanan sebelum korban meninggal dunia.
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Lebong, AKP Darmawel Saleh, mengatakan dugaan pembunuhan tersebut didasarkan pada hasil penyelidikan awal yang dilakukan oleh tim Satreskrim Polres Lebong.
Dugaan itu diperkuat dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), visum terhadap jenazah korban, serta pemeriksaan awal lainnya.
“Petunjuk-petunjuk yang kami temukan mengarah bahwa perempuan ini merupakan korban pembunuhan,”ungkap AKP Darmawel kepada TribunBengkulu.com, Jumat (6/2/2026).
Sejumlah temuan di TKP semakin menguatkan dugaan tersebut.
Di antaranya kondisi kamar korban yang tampak berantakan, adanya bekas cakaran di bagian leher korban, seprei dan bantal yang banyak bekas darah serta ditemukannya sebilah pisau yang berlumuran darah di dekat tubuh korban.
Dimana korban diperkirakan meninggal dunia sekitar 6 jam sebelum diperiksa oleh tim medis karena kondisinya telah kaku.
“Temuan-temuan ini menjadi petunjuk penting dalam penyelidikan. Saat ini kami masih terus mendalami kasus ini untuk mengungkap secara pasti peristiwa yang terjadi dan siapa pelaku pembunuhannya,” tegas Kasat.
Dimana berdasarkan keterangan suami korban kepada penyidik, sekitar pukul 11.00 WIB ia menghubungi ayah mertuanya saat itu, Oga mengaku memiliki firasat buruk terkait kondisi istrinya.
Mendapat kabar tersebut, ayah korban langsung pulang ke rumah untuk memastikan keadaan putrinya. Setibanya di rumah, ia mendapati Aulia telah tergeletak tidak bernyawa di dalam kamar dengan luka sayatan di bagian leher serta darah berceceran di sekitar tubuh korban.
Ayah korban kemudian menghubungi kembali menantunya dan menyampaikan bahwa putrinya mengalami kecelakaan, tanpa menjelaskan secara rinci kondisi sebenarnya.
Tak lama berselang, Oga datang ke rumah korban bersama ibunya dan mendapati sang istri telah meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan.
Kondisi kamar korban yang berantakan serta sejumlah luka di tubuh korban semakin menguatkan dugaan adanya perlawanan sebelum korban meninggal dunia.
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Lebong, AKP Darmawel Saleh, mengatakan dugaan pembunuhan tersebut didasarkan pada hasil penyelidikan awal yang dilakukan oleh tim Satreskrim Polres Lebong.
Dugaan itu diperkuat dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), visum terhadap jenazah korban, serta pemeriksaan awal lainnya.
“Petunjuk-petunjuk yang kami temukan mengarah bahwa perempuan ini merupakan korban pembunuhan,”ungkap AKP Darmawel kepada TribunBengkulu.com, Jumat (6/2/2026).
Dimana korban diperkirakan meninggal dunia sekitar 6 jam sebelum diperiksa oleh tim medis karena kondisinya telah kaku.
Di tengah penyelidikan yang masih berlangsung, kasus meninggalnya ibu muda ini juga menjadi sorotan setelah sebuah unggahan media sosial yang diduga milik korban mendadak viral di kalangan warganet.
Unggahan tersebut dinilai memiliki makna mendalam dan disebut-sebut sebagai postingan terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia secara tidak wajar.
Akun Facebook bernama Sesadd, yang diketahui merupakan akun pribadi milik korban, tercatat sempat memperbarui foto profil pada Selasa, 3 Februari 2026, sekitar pukul 10.04 WIB.
Dalam unggahan tersebut, korban menuliskan caption bernada pilu, “Seribu yang datang tidak akan sama seperti satu yang hilang.”
Kalimat itu kini ramai ditafsirkan warganet setelah kabar kematian korban menyebar luas.
Kolom komentar unggahan tersebut dipenuhi berbagai tanggapan dari warganet, termasuk komentar berbahasa Rejang, bahasa daerah Kabupaten Lebong.
Sejumlah warganet menilai unggahan itu seolah menjadi pesan terakhir korban.
Salah satu akun Facebook bernama Bilkis Put menuliskan:
“Kihilangan mu seperti ini tidak bisa melupakan semua kenangan mu saat bersama kami????????????”
Sementara akun Facebook lainnya, Risma Ummu, turut menyampaikan doa dan ungkapan duka mendalam:
“Kata-kata adalah doa lajau bah ko hilang nyen moi surgo dah dek???????? stongen anok nu mbin nu menghilang moi surgo bilaii yo, in syaa Allah udi coa akan sesadd neak akhirat sak???????? Husnul khatimah dan kau juga Shahid Auliyah????????????”
Selain itu, puluhan warganet lainnya juga menuliskan ucapan belasungkawa dan doa untuk almarhumah serta keluarga yang ditinggalkan.
Hingga Kamis (5/2/2026), tercatat sebanyak 98 komentar telah memenuhi unggahan Facebook terakhir korban tersebut.
Sementara itu, pihak kepolisian menegaskan masih terus mengumpulkan keterangan saksi serta barang bukti guna mengungkap secara terang peristiwa kematian korban.
Pihak kepolisian mengungkap kronologi penemuan jasad perempuan hamil berusia 19 tahun tewas bersimbah darah di Lebong, Bengkulu pada Kamis (5/2/2026) siang.
Korban bernama Aulia Zakrike (19) warga Desa Air Kopras Kecamatan Pinang Belapis, Lebong, Bengkulu.
Aulia diketahui merupakan pengantin muda yang baru sekitar tiga bulan menikah.
Korban juga disebut tengah mengandung bayi atau hamil.
Ia ditemukan tewas dengan kondisi leher tergorok di dalam kamarnya.
Kasi Humas Polres Lebong, Iptu Hadi Sutrisno, melalui Kasubsi PIDM Humas, Aipda Syaiful Anwar menjelaskan kronologi penemuan korban bermula saat ayah korban pulang dari berjualan di Pasar Muara Aman.
Saat itu ayah korban masuk ke dalam rumah dan masuk ke kamar korban.
Saat masuk ke kamar anaknya, ayah korban menemukan korban telah dalam kondisi leher tersayat akibat senjata tajam jenis pisau dapur dengan posisi telentang.
"Saat itu kondisi korban sudah meninggal dunia dan berlumuran darah," jelas Syaiful.
Melihat kejadian tersebut, ayah korban langsung suami korban yang saat itu sedang bekerja.
Kemudian ayahnya menutupi jenazah anaknya dengan selimut dan memberi tahu tetangga tentang kejadian tersebut.
Korban diduga kuat menjadi korban tindak kekerasan atau pembunuhan.
Jenazah korban langsung dievakuasi aparat kepolisian dan dibawa ke RSUD Lebong untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk proses visum atau autopsi.
"Masih diduga, kita tunggu hasil pemeriksaan ya,jenazah korban sekarang di rumah sakit," lanjut Syaiful.
Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan luka sayatan senjata tajam pada leher korban.
Luka gorokan di leher korban cukup dalam dengan banyak dalam mengalir.
"Saat ini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut atas kejadian tersebut," tutup Syaiful.