Memaknai Bulan Suci Ramadhan 1447 H yang Segera Tiba
Mawaddatul Husna February 06, 2026 10:54 PM

TRIBUNGAYO.COM - Kurang lebih dua minggu lagi, umat Muslim akan menjalani ibadah puasa Ramadhan 1447 H/2026 M. 

Berpuasa tidak hanya menahan lapar dan haus namun membentuk manusia untuk lebih bertakwa dan berempati antar sesama.

Ibadah puasa juga telah Allah tegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 183.

Yā ayyuhallażīna āmanū kutiba ‘alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba ‘alallażīna min qablikum la‘allakum tattaqūn.

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Menurut M Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah, frasa la‘allakum tattaqūn menunjukkan bahwa puasa adalah sarana pendidikan ruhani yang dirancang untuk menumbuhkan kesadaran moral.

Dengan kata lain, puasa bukan tujuan akhir, melainkan jalan menuju kualitas diri yang lebih tinggi.

Keistimewaan Ramadhan ditegaskan Rasulullah SAW dalam hadits berikut:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ

Artinya: “Apabila datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa Ramadhan adalah waktu strategis untuk perubahan diri. 

Lingkungan spiritual yang kondusif memberi peluang besar bagi manusia untuk memperbaiki kebiasaan, meninggalkan dosa, dan membangun karakter baru.

Manfaat untuk Kesehatan

Dari perspektif ilmiah, puasa juga membawa manfaat kesehatan. 

Pola puasa intermiten yang terjadi selama Ramadhan terbukti membantu proses detoksifikasi, meningkatkan sensitivitas insulin, dan memperbaiki metabolisme tubuh.

Dalam buku The Complete Guide to Fasting karya Dr Jason Fung, dijelaskan bahwa puasa memberikan waktu bagi tubuh untuk melakukan regenerasi sel dan memperbaiki sistem kerja organ.

Meski konteksnya medis, prinsip ini sejalan dengan konsep Islam yang memandang tubuh sebagai amanah yang harus dijaga kesehatannya.

Namun Islam menempatkan kesehatan bukan sebagai tujuan utama puasa, melainkan sebagai dampak positif yang menguatkan manusia agar mampu menjalankan ibadah dan aktivitas sosial dengan lebih baik. (*)

Baca juga: Lafaz Niat Puasa Ramadhan untuk Sebulan Penuh dan Amalan Utamanya

Baca juga: Jangan Terlewat! Ini Batas Waktu Bayar Puasa Qadha Ramadhan Beserta Niatnya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.