TRIBUNJATIM.COM – Sosok Subandi tentu tidak asing bagi warga Sidoarjo, apalagi setelah resmi menakhodai Kabupaten Sidoarjo untuk periode 2025-2030.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini dikenal sebagai figur yang meniti karier dari bawah, mulai dari kepala desa hingga akhirnya memimpin Kabupaten Sidoarjo.
Kemenangan Subandi bersama Mimik Idayana pada Pilkada Serentak 2024 menjadi puncak perjalanan panjangnya di dunia politik lokal.
Diketahui, pasangan ini berhasil meraih 58 persen suara, mengungguli rivalnya dan mengukuhkan Subandi sebagai Bupati Sidoarjo periode 2025–2030.
Perjalanan panjang Subandi di dunia pemerintahan dan politik menjadikannya salah satu tokoh lokal dengan rekam jejak yang cukup lengkap, baik di tingkat desa, legislatif, hingga eksekutif.
Baca juga: Sosok Subandi Bupati Sidoarjo 2025-2030, Dulunya Ikut Kakak Usaha Potong Ayam, Harta Kini Rp80,6 M
Sebelum dikenal luas seperti sekarang, Subandi merupakan soosk figur yang tumbuh dari lingkungan masyarakat.
Ia tercatat pernah menjadi Wakil Ketua RW dan aktif di kepengurusan Nahdlatul Ulama (NU) tingkat ranting di Desa Pabean, Kecamatan Sedati.
Adanya pengalaman Subandi yang bersentuhan langsung dengan warga, menimbulkan karakter kepemimpinan dalam dirinya.
Hal tersebut kemudian mengantarkan Subandi maju sebagai Kepala Desa Pabean, Kecamatan Sedati, selama dua periode, yakni 2008–2014 dan 2014–2018.
Langkah itu juga merupakan awal mula Subandi terjun ke dunia pemerintahan.
Bermodal pengalaman sebagai kepala desa, Subandi mencoba peruntungan di dunia legislatif.
Ia memutuskan untuk maju dalam Pileg 2019 dan terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo (2019–2020).
Bahkan, ia juga dipercaya untuk menjabat Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo.
Karier politiknya kian melesat ketika Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusung Subandi untuk mendampingi Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) dalam Pilkada Sidoarjo 2020.
Pasangan ini menang dan dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo periode 2021–2024.
Baca juga: Sosok dan Profil Adies Kadir, Calon Hakim MK asal Surabaya, Politisi Senayan 3 Periode
Namun, situasi politik Sidoarjo berubah pada Mei 2024. Saat itu, Gus Muhdlor tersandung kasus hukum yang kemudian ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Atas peristiwa itu, Subandi kemudian ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sidoarjo untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan.
Dari posisi tersebut, Subandi telah berhasil membangun kepercayaan publik.
Dengan begitu, ia memilih untuk kembali maju dalam Pilkada 2024, kali ini berpasangan dengan Mimik Idayana.
Pasangan ini berhasil menang telak dan mengantarkan Subandi sebagai Bupati Sidoarjo 2025–2030.
Selain di pemerintahan, Subandi juga aktif di berbagai organisasi, di antaranya:
Sebelum terjun ke dunia politik, Subandi memiliki latar belakang sebagai pengusaha.
Ia berasal dari keluarga pedagang beras, oleh sebab itu sejak muda Subandi sudah terbiasa membantu usaha keluarga.
Setelah lulus SD, Subandi pindah ke Sidoarjo untuk membantu kakaknya yang membuka usaha potong ayam.
Berbekal dari pengalaman tersebut, ia kemudian membuka usaha serupa secara mandiri setelah lulus SMA.
Tak berhenti di situ, Subandi juga merambah ke bisnis properti, mulai dari jual beli tanah hingga pengembangan perumahan.
Bahkan, usaha tersebut menjadi salah satu sumber kekayaannya saat ini.
Baca juga: Sosok Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam Berangkat Umrah Meski Dilarang Mendagri, Dulu Sopir Angkot
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Subandi tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp80,6 miliar.
Diketahui, aset tersebut meliputi tanah dan bangunan senilai lebih dari Rp73 miliar, 14 unit kendaraan, surat berharga, hingga kas dan setara kas.
Dengan jumlah kekayaan tersebut menempatkan Subandi sebagai salah satu kepala daerah dengan total harta terbanyak di Jawa Timur.
Subandi lahir di Kediri pada 23 Oktober 1972.
Meski bukan kelahiran Sidoarjo, sebagian besar perjalanan hidup dan pengabdiannya dihabiskan di Kabupaten Sidoarjo.
Pendidikan dasar ditempuhnya di SD Negeri Jati Tarokan, Kediri (1983–1989).
Setelah itu, Subandi pindah ke Sidoarjo dan melanjutkan sekolah di SMP Wachid Hasyim 9 Sedati hingga lulus pada 1992.
Ia kemudian menamatkan pendidikan SMA di Widya Darma Surabaya dan melanjutkan kuliah S-1 di Universitas Kartini Surabaya (2008–2012).
Tak hanya sampai di situ, Subandi juga melanjutkan pendidikannya ke jenjang S-2 di Universitas Islam Malang.
Baca juga: Sosok Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif, Beri Gaji dan Tunjangannya untuk Fakir Miskin
Salah satu fakta yang cukup menarik dari Subandi yakni, anggota keluarganya juga aktif di dunia politik.
Hal tersebut dikarenakan istri dan putranya juga terjun ke dunia politik dan menduduki kursi legislatif.
Dikehatui, keduanya terpilih sebagai anggota DPRD pada Pileg 2024 melalui PKB.
Istrinya, Sriatun, juga pernah menjabat sebagai Kepala Desa Pabean dan kini menjadi Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Sidoarjo.
Selain itu, ia juga terpilih sebagai anggota DPRD Jatim melalui Dapil 2 Jatim.
Sementara putranya, Muchammad Rafi Wibisono, juga mengikuti jejak sang ayah.
Pemuda kelahiran 28 Desember 2000 itu terpilih sebagai Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo dari Dapil 1 dengan perolehan 9.678 suara.
Saat Pilkada 2020, Subandi sempat diragukan sebagai putra daerah karena lahir di Kediri.
Namun, Subandi membuktikan dengan pengabdiannya melalui perjalanan panjang di Sidoarjo, dari tingkat desa hingga kabupaten.
Kini, dengan pengalaman sebagai kepala desa, legislator, wakil bupati, hingga Plt bupati, Subandi diharapkan mampu membawa Sidoarjo semakin maju sebagai kota industri, perdagangan, dan permukiman strategis di Jawa Timur.