Pandji Pragiwaksono Tegaskan Tidak Lakukan Penistaan Agama terkait Materi Stand Up Mens Rea
Feryanto Hadi February 06, 2026 10:35 PM

 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q 


WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Komika Pandji Pragiwaksono menegaskan tidak melakukan penistaan agama.

Hal itu disampaikannya usai rampung menjalani klarifikasi soal kasus dugaan penistaan agama terkait materi stand up comedy bertajuk Mens Rea, Jumat (6/2/2026) malam.

Pria yang memiliki dua orang anak tersebut menepis segala tuduhan mengenai penistaan agama. 

"Saya ada pada posisi tidak merasa melakukan penistaan agama," ujar Pandji, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat.

"Jadi prosesnya tadi berjalan dengan cukup lancar, pertanyaannya terjawab, dan ya kami ikutin prosesnya saja," sambungnya.

Didampingi penasihat hukumnya, Haris Azhar, Pandji diperiksa sejak sekira pukul 10.30 WIB dan mendapat 63 pertanyaan dari penyidik.

Pertanyaan mencakup identitas pribadi, penyelenggaraan pertunjukan, serta materi yang dipersoalkan pelapor.

Baca juga: Pandji Pragiwaksono Dicecar 63 Pertanyaan oleh Penyidik Polda Metro Jaya soal Dugaan Penistaan Agama

Haris Azhar mengatakan, penyidik juga memperlihatkan potongan video pertunjukan Mens Rea yang beredar di luar platform Netflix. 

Klarifikasi turut menyentuh sejumlah materi, antara lain soal salat, analogi memilih pemimpin atau pejabat publik, pemberian izin tambang kepada dua organisasi kemasyarakatan, serta materi terkait Jawa Barat.

Meski demikian, Haris menegaskan bahwa laporan yang diterima penyidik berfokus pada dugaan penistaan agama. 

"Kalau lihat dari pertanyaannya yang disampaikan itu soal terkait dengan memilih pemimpin, memilih pemimpin atau pejabat publik. Lalu soal salat safar di yang di pesawat itu, lanjutan dari soal memilih pemimpin, Panji kan juga menyampaikan analoginya," ucapnya.

Baca juga: Jalani Pemeriksaan, Pandji Pragiwaksono Minta Penjelasan terkait Pihak yang Melaporkannya ke Polisi

"Lalu juga materi soal tadi sudah saya bilang, soal pemberian izin tambang kepada dua ormas: Muhammadiyah dan PBNU. Lalu juga soal materi terkait dengan banyak artis yang terpilih menjadi pejabat di Jawa Barat," tambah dia.

Ia juga menjelaskan latar belakang penggunaan istilah mens rea sebagai tema pertunjukan, yang dimaksudkan untuk menggambarkan dugaan niat jahat dalam perebutan dan penggunaan jabatan publik.

"Jadi kita tadi juga mengklarifikasi ke polisi juga, bahwa nggak cuma Mens Rea lho, di posternya kan artinya kita bantu polisi nih alat bukti posternya yang lengkap lah kira-kira begitu. Itu soal latar belakang memilih alasan Mens Rea, judulnya temanya Mens Rea," ucap dia.

Dalam perkara ini, Pandji diklarifikasi terkait sejumlah pasal dalam KUHP baru, yakni Pasal 300 tentang penodaan agama, Pasal 301 mengenai penyebarluasan, Pasal 242 tentang penistaan terhadap kelompok tertentu, serta Pasal 243 terkait penyebaran dari perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 242.

"Jadi polisi menyampaikan empat pasal itu yang dicoba diklarifikasi ke Pandji. Itu pasal-pasal dari KUHP yang baru. Kira-kira begitu," terang dia. 

Temui MUI

Pandji Pragiwaksono sebelumnya sudah melakukan silaturahmi ke pihak-pihak yang merasa keberatan materi pertunjukkannya, 'Mens Rea'.

Setelah menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri terkait kasus dugaan penghinaan adat Toraja, Pandji Pragiwaksono mendatangi kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI).

MUI didatangi setelah di materi Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sempat menyinggung soal salat.

Baca juga: Anggap Biasa, Pandji Pragiwaksono Tak Terusik usai Dilaporkan ke Polisi soal Materi Stand Up Comedy

Pandji Pragiwaksono senang diterima baik pengurus MUI.

"Niat saya baik, saya menjelaskan maksud dibalik pertunjukan saya," kata Pandji Pragiwaksono di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).

Haris Azhar, kuasa hukum Pandji Pragiwaksono, mengatakan, kliennya membuka dialog dengan banyak pihak untuk meluruskan materi Mens Rea.

Baca juga: Raffi Ahmad Tak Akan Polisikan Pandji Pragiwaksono meski Disenggol soal Dugaan Pencucian Uang

"Pandji siap berdialog dengan siapapun," kata Haris Azhar.

Dalam materi Mens Rea, Pandji Pragiwaksono juga menyentil Raffi Ahmad soal dugaan praktik pencucian uang.

Namun, Pandji Pragiwaksono tidak ada rencana bertemu Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni itu.

Baca juga: Disindir Pandji Pragiwaksono saat Stand Up Comedy Mens Rea, Raffi Ahmad: Sudah Biasa Digituin

"Ke Raffi? Kayaknya enggak ada rencana kesana," tegas Pandji Pragiwaksono. 

Sejauh ini Raffi Ahmad tidak mempermasalahkan materi Mens Rea.

Haris Azhar mengatakan, setelah ke MUI, Pandji Pragiwaksono siap memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan. 

Diketahui ada lima laporan polisi dari beberapa kelompok, yang melaporkan Pandji Pragiwaksono atas materi Mens Rea di Polda Metro Jaya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.