Pacitan, Jatim (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan, Jawa Timur mencatat sedikitnya 15 bangunan mengalami kerusakan akibat gempa bumi bermagnitudo 6,4 yang mengguncang wilayah tersebut pada Jumat dini hari.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan Radite Suryo Anggono di Pacitan, Jumat, mengatakan data tersebut masih bersifat sementara karena petugas masih melakukan asesmen lanjutan di sejumlah lokasi terdampak.
"Hingga saat ini tercatat ada 15 bangunan terdampak gempa. Pendataan masih berjalan karena kemungkinan masih ada warga yang belum melapor," kata dia.
Ia menjelaskan bangunan yang terdampak tersebar di beberapa kecamatan, antara lain Pacitan, Arjosari, Nawangan, Pringkuku, Kebonagung, Bandar, dan Sudimoro.
Gempa juga mengakibatkan kerusakan pada satu fasilitas pendidikan, yakni SMP Negeri 4 Sembowo di Kecamatan Sudimoro.
"Objek terdampak tidak hanya rumah warga, tetapi juga bangunan sekolah. Untuk tingkat kerusakan masih dalam pendalaman," ujarnya.
BPBD Pacitan terus melakukan pemantauan lapangan serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan aparat kewilayahan guna memastikan dampak gempa dan kebutuhan penanganan lanjutan.
Radite juga mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, mengingat pasca-gempa utama masih tercatat adanya getaran dengan skala kecil.
"Masyarakat kami minta segera melapor jika menemukan kerusakan bangunan yang berpotensi membahayakan keselamatan," katanya.
Gempa bumi bermagnitudo 6,4 tersebut terjadi pada Jumat, pukul 01.06 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di koordinat 8,99 derajat Lintang Selatan dan 111,18 derajat Bujur Timur, atau sekitar 90 kilometer tenggara Pacitan, dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa dinyatakan tidak berpotensi tsunami.







