5 Fakta Pegawai PPPK RSPAU Tewas di Kontrakan Bekasi: Daftar Harta Menghilang, Tubuh Menghitam
Ferdinand Waskita Suryacahya February 06, 2026 11:11 PM



 

TRIBUNJAKARTA.COM - Penemuan jasad pria di rumah kontrakan Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, menggegerkan warga sekitar pada Rabu (4/2/2026).

Korban berinisial NHW (33) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang bekerja di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU), Jakarta Timur.

Ia ditemukan tak bernyawa pada pukul 10.30 WIB.

PENEMUAN MAYAT -Seorang pria berinisial NHW (33), Pegawai PPPK di RSPAU Jakarta Timur, ditemukan meninggal dunia di rumah kontrakannya di Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Rabu (4/2/2026). (Kompas.com/Dok: POLISI/TribunJogja)

TribunJakarta.com merangkum 5 fakta penemuan jasad pria PPPK RSPAU Jakarta Timur di kontrakan Bekasi:

1. Tubuh Menghitam

Kapolsek Pondok Gede Kompol Bambang Sugiharto menyebutkan korban sudah meninggal dunia dengan posisi telentang, berselimut, dan kondisi tubuh sudah menghitam.

Bambang menjelaskan, penemuan jasad NHW berawal dari kecurigaan rekan kerja korban berinisial SR (30). 

Korban tidak masuk kerja dan tidak dapat dihubungi sejak Senin (2/2/2026). 

“Pada Rabu 4 Februari 2026, saksi SR mencoba mengecek ke kontrakan tempat korban tinggal. Namun pintu kontrakan dalam keadaan terkunci,” kata Bambang. 

SR kemudian menghubungi S (62) selaku pemilik kontrakan untuk meminta kunci cadangan. 

Setelah pintu berhasil dibuka, korban ditemukan sudah meninggal dunia di dalam kamar kontrakan. 

Pemilik kontrakan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas setempat. 

Aparat kepolisian kemudian berkoordinasi dengan perwira pengendali (Padal) dan petugas piket fungsi untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP). 

“Tim Inafis Polres Metro Bekasi Kota sudah melakukan olah TKP. Selanjutnya jenazah korban dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan visum,” ujar Bambang dikutip dari Kompas.com.

2. Harta Benda Hilang

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menemukan adanya sejumlah barang milik korban yang tidak berada di lokasi kontrakan. 

“Menurut keterangan saksi, korban memiliki satu unit sepeda motor Honda Vario, dua unit telepon genggam, dan satu buah dompet. Barang-barang tersebut tidak ditemukan di TKP,” kata Kapolsek Pondok Gede Kompol Bambang Sugiharto .

Saat ini, kasus penemuan jasad NHW telah dilimpahkan dan ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. 

“Kasus ini sudah ditangani oleh Jatanras Polda Metro Jaya dan masih dalam proses penyelidikan,” ujar Bambang.

3. Polisi Olah TKP

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). 

“Benar, telah ditemukan seorang pria meninggal dunia di wilayah Pondok Gede. Petugas telah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara dan olah TKP,” kata Budi.

Budi menyampaikan, hingga saat ini penyebab kematian korban masih dalam proses penyelidikan.

Selain menunggu hasil pemeriksaan medis, polisi juga mendalami kemungkinan adanya unsur pidana dalam peristiwa tersebut. 

Salah satu yang diselidiki adalah dugaan hilangnya sejumlah barang milik korban dari lokasi tempat ia ditemukan. 

“Hingga saat ini, kepolisian masih mendalami peristiwa tersebut dengan meminta keterangan sejumlah saksi terkait,” ujar Budi.

4. Kronologi

Penemuan jasad NHW bermula dari kecurigaan rekan kerja korban berinisial SR (30). 

Sejak Senin (2/2/2026), korban diketahui tidak masuk kerja dan tidak dapat dihubungi.  Kemudian, Rabu (4/2/2026), SR mendatangi kontrakan NHW untuk mengeceknya. 

Namun, pintu kontrakan dalam kondisi terkunci.  SR kemudian menghubungi S (62) selaku pemilik kontrakan untuk meminta kunci cadangan. 

Setelah pintu dibuka, korban ditemukan sudah meninggal dunia di dalam kamar kontrakan. Sejumlah barang berharga milik korban pun raib. 

“Menurut keterangan saksi, korban memiliki satu unit sepeda motor Honda Vario, dua unit telepon genggam, dan satu buah dompet. Tapi barang-barang tersebut tidak ditemukan di TKP,” kata Kapolsek Pondok Gede Kompol Bambang Sugiharto.

Pemilik kontrakan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas setempat.

Aparat kepolisian kemudian berkoordinasi dengan perwira pengendali (Padal) serta petugas piket fungsi untuk melakukan pengecekan di lokasi kejadian. 

“Tim Inafis Polres Metro Bekasi Kota sudah melakukan olah TKP. Selanjutnya jenazah korban dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan visum,” ujar Bambang. 

5. Ditangani Jatanras Polda Metro Jaya

Saat ini, kasus penemuan jasad NHW telah dilimpahkan dan ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.

 “Kasus ini sudah ditangani oleh Jatanras Polda Metro Jaya dan masih dalam proses penyelidikan,” imbuh Kapolsek Pondok Gede Kompol Bambang Sugiharto.

BERITA TERKAIT

  • Baca juga: Dikira Sampah, Petugas Badan Air Kaget Temukan Mayat di Kali Mookervart Jakbar
  • Baca juga: 5 Fakta Mayat Wanita Tersangkut Sampah Kali Pesanggrahan, Keluarga Tolak Autopsi
  • Baca juga: 2 Kali Cekcok Pasangan di Tangsel Berujung Tragis: Mayat di Tandon hingga Tabrakan Beruntun
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.