Sidak Jelang Ramadhan, Polresta Banda Aceh 'Warning' Pelaku Pasar Tak Mainkan Harga
Eddy Fitriadi February 07, 2026 12:32 AM

 

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Andi Kirana melalui Kasat Reskrim, Kompol Parmohonan Harahap menyampaikan, pihaknya secara tegas meminta pelaku pasar agar tidak memainkan harga dan siap menindak oknum, terutama jelang Ramadhan 1447 Hijriah.

“Tidak akan pandang bulu jika ada oknum yang bermain (harga) pada komoditas pangan,” ucap Kompol Harahap saat inspeksi mendadak (Sidak) bersama Satgas Pangan Polresta Banda Aceh, Bappenas RI, Dinas Pangan Provinsi Aceh dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh di Wilayah Kota Banda Aceh dan Aceh Besar di sejumlah pasar, Kamis (5/2/2026).

“Dalam menghadapi bulan suci Ramadhan tahun ini, kami sekali lagi mengimbau kepada seluruh pengusaha agar tidak menaikkan harga,” tambahnya.

Adapun target pengecekan ketersediaan sembako jelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, difokuskan pada Pasar Al-Mahirah Lamdingin Banda Aceh dan Pasar Induk Lambaro Aceh Besar serta Gudang Bulog Siron Aceh Besar.

Dikatakan, sidak ini bertujuan untuk memastikan kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok penting (Bapokting) jelang Ramadhan. Pihaknya akan terus memastikan untuk harga bahan pokok di pasaran tetap stabil dan tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditentukan pemerintah, meski ada sedikit kenaikan namun cenderung stabil.

“Komitmen kami dari Satgas Pangan untuk turut menjaga stabilisasi harga bahan pokok,” ujar Kompol Harahap.

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh itu juga menegaskan, akan melakukan pengawasan secara menyeluruh di pasar tradisional dan juga di beberapa gudang penyimpanan sembako.

Baca juga: Puluhan Pelanggar Ditilang saat Operasi Keselamatan Seulawah Sepekan, Ini Pesan Polresta Banda Aceh

Sementara dalam sidak kali ini, terpantau harga Bapokting di wilayah hukum Polresta Banda Aceh relatif stabil, bahkan cenderung ada kenaikkan untuk beberapa komoditas. Namun, tidak terlalu signifikan.

Terhadap harga Minyakita masih diatas HET yaitu Rp17 ribu sampai  Rp18 ribu/liter disebabkan ada ongkos angkut yang dibebankan kepada kios pengecer sebesar Rp1.000/liter dan untuk harga HET Rp. 15.700/liter.

Untuk harga beras di atas HET, alasannya para pedagang karena gabah yang dibeli itu pada pasca banjir, dan pada kemasan beras tidak dicantumkan label premium akan tetapi dijual dengan premium. “Dan perlu diketahui, stok saat ini masih stabil kecuali untuk harga daging sapi dan ayam masih dijual dengan harga tinggi,” pungkas Kompol Harahap.

Hadir dalam Sidak tersebut perwakilan dari Bappenas RI, Kanit 1 Subdit 1 Indagsi Polda Aceh, Perwakilan dari Dinas Pangan Aceh, Perwakilan Disperindag Aceh dan Kanit Tipidter Satreskrim beserta personel Polresta Banda Aceh.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.