Empat Atlet Asal NTT Perkuat Timnas Cricket Putri Indonesia
Apolonia Matilde February 07, 2026 07:19 AM

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Empat atlet asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terpilih untuk memperkuat Tim Nasional (Timnas) cricket putri Indonesia. 

Sebelumnya, mereka telah menjalani seleksi  yang berpusat di Kota Kupang. Seorang pelatih cricket asal Pakistan Akash Fernandez dikirim untuk menjaring atlet muda asal NTT. 

"Bulan Januari 2026, dewan cricket Indonesia mengirim satu coach dari Pakistan untuk melakukan seleksi terhadap atlet kami di NTT. Kami mengajukan 8 nama dan akhirnya mendapat 4 nama," kata Inche Sayuna. 

Anggota DPRD NTT itu berkata, empat atlet yang terpilih itu telah diberangkatkan ke Denpasar, Bali untuk melakukan latihan bersama atlet lainnya sebelum mengikuti sejumlah kejuaraan dunia. 

Para atlet itu akan mengikuti rangkaian pembinaan. Inche Sayuna menyebut setidaknya akan ada dua kejuaraan dunia yang diikuti Timnas cricket putri Indonesia pada tahun ini. 

"Empat atlet saya itu mudah-mudahan sehat, kuat, membawa nama NTT dalam kejuaraan dunia cricket," katanya. 

Empat atlet yang dimaksud Inche Sayuna adalah Stevania Enjelita Dira, Elisabet Djara, Clarisye Amelinda Bilistolen dan Seli Nge Leba. 

Ketua IWAPI NTT itu mengaku bersyukur para atletnya cukup mendapat kesempatan untuk tampil di lebih nasional. Meski di NTT sendiri, olahraga ini masih terbilang kurang digemari, bahkan minim sarana pendukung. 

Padahal, potensi anak muda di NTT cukup banyak yang bisa dilibatkan dan berpeluang menjadi atlet terkemuka di Indonesia, khususnya dari cabang olahraga cricket. 

Untuk mendukung lahirnya atlet muda dari NTT, Inche Sayuna menyebut PCI NTT tengah membangun lapangan cricket bertaraf internasional lewat kerja sama dengan Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang. 

Nantinya, PCI NTT dan UKAW Kupang akan berkerja sama dalam pengelolaan pasca pembangunan selesai dilakukan. UKAW sendiri akan membuka program studi khusus cabang olahraga cricket. 

Lapangan itu dibangun pada lahan seluas 6 hektar di Kabupaten Kupang. Pembangunan sarana itu menjadi bagian dalam menyambut PON di NTT tahun 2028 nanti. Sejak awal perencanaan hingga tahap akhir ini, lapangan itu menggunakan anggaran mandiri maupun dukungan pihak lain. 

"Kami menginisiasi untuk membangun lapangan secara mandiri. Kami memahami bahwa kondisi keuangan APBD lagi tidak baik-baik saja. Kami punya dewan arsitek yang kami siapkan untuk mendesain lapangannya," ujarnya. 

Saat ini, kata Inche Sayuna, lapangan sedang dalam pembangunan. Rencananya ada tiga lapangan yang terbagi dalam dua lapangan outdoor dan satu lapangan indoor. Atlet, pengurus maupun pelatih serta simpatisan menjadi pemodal dalam pembangunan lapangan itu. 

Sejauh ini, satu lapangan telah mencapai 80 persen pengerjaan. Karena berstandar internasional, maka tanah hingga pasir dan rumput juga perlu dilakukan penelitian di laboratorium sebelum digunakan. Itu cukup menyulitkan. 

"Kami bertekad selesai tahun ini dan kami akan ujicoba tahun ini pada September. Syukurnya tanah dan pasir kita yang ada di lapangan berada di atas rata-rata sesuai ketentuan setelah dilakukan penelitian di laboratorium," katanya. 

Inche Sayuna mengaku, sedang membangun komunikasi dengan sejumlah pendonor dana dari Australia. Dalam waktu dekat, ia akan berangkat ke Negeri Kanguru untuk mempresentasikan proposal pembangunan lapangan tersebut. 

Disana, menurut dia, ada sejumlah koresponden yang membantu untuk menghubungkan PCI NTT dengan sejumlah orang yang bersedia membantu pembangunan lapangan. Selain itu, PCI NTT juga mengirim proposal ke Dewan Cricket Dunia untuk membantu penyelesaian lapangan cricket di NTT. 

Tahun ini, PCI NTT akan menggelar kejuaraan cricket internasional dengan menghadirkan tim dari Timor Leste dan Australia. PCI NTT juga membuka semi open turnamen sehingga melibatkan sejumlah Provinsi di Indonesia. 

"Kita berinisiatif untuk mencari dana secara mandiri dan kebetulan ada yang bersedia membiayai pembangunan lapangan cricket. Saya berharap sungguh, dibantu oleh dewan cricket Indonesia," ujarnya. 

Sebelum melangkah ke kejuaraan internasional, PCI NTT menyelenggarakan kejuaraan daerah untuk menyeleksi atlet yang diproyeksikan bisa bergabung dalam PON 2028. Pada Mei 2026, ujar Inche Sayuna, PCI NTT menerima tim cricket dari Timor Leste. 

"Sudah terkonfirmasi, kita mereka try out di NTT dan bermain dengan dua tim. Kami menyiapkan dua tim," katanya. 

Khusus try out bersama Timor Leste, PCI NTT menggunakan lapangan lain yang akan didesain sesuai ketentuan olahraga cricket. Sebab, lapangan milik PCI NTT sedang dalam pengerjaan. 

Inche Sayuna mengeklaim, lapangan cricket dengan standar internasional hanya ada dua di Indonesia, yakni di Bali dan NTT. Lapangan ini juga dirancang agar bisa dipadukan dengan sektor pariwisata. 

PCI NTT sendiri telah memiliki dua unit kapal yang bisa digunakan membawa orang untuk berwisata usai berolahraga cricket. Dengan standar lapangan internasional itu, dipastikan orang-orang dari luar negeri akan lebih banyak datang. 

"Program yang kami desain, tidak hanya olahraga. Kami melihat ada peluang pasar, dimana, orang berbagai negara datang dan bermain cricket lalu kami memperkenalkan beberapa spot wisata di NTT," ujarnya.  (fan)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.