TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) memproyeksikan 144 paket program Padat Karya di tahun 2026 dengan total anggaran Rp19,1 miliar.
Program ini bertujuan menggerakkan perekonomian lokal sekaligus menyerap 5.025 tenaga kerja, terutama pengangguran, setengah penganggur, dan warga miskin.
“Mereka adalah tenaga kerja yang berasal dari masyarakat Kabupaten Sleman,” kata Sekretaris Disnaker Sleman, Siti Istiqomah Tjatur Sulistijaningsih, Jumat (6/2/2026).
Rincian paket padat karya tahun 2026:
Bentuk Pekerjaan
Ada enam jenis pekerjaan infrastruktur yang dikerjakan melalui padat karya:
corblok jalan,
talud,
saluran irigasi,
saluran drainase,
sumur resapan,
gorong-gorong.
Selain membangun prasarana fisik, program ini memberikan penghasilan sementara bagi warga.
Upah ditetapkan Rp95 ribu/hari untuk ketua, Rp90 ribu/hari untuk tukang, dan Rp85 ribu/hari untuk pekerja. Semua peserta juga didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan.
Mekanisme Pelaksanaan
Pelaksanaan dimulai dari identifikasi lokasi, penerimaan proposal sejak termin pertama 2025, lalu survei ulang untuk penyusunan RAB setelah anggaran tersedia.
“Jadi kredibilitas, akuntabilitas kita kedepankan. Sehingga bansos bisa dibagi dengan baik tapi infrastruktur yang dihasilkan juga baik. Faktanya infrastruktur padat karya biasanya lebih dari yang diharapkan, karena rasa memiliki masyarakat lebih tinggi,” jelas Siti. (rif)
• Data BPBD Kerusakan Dampak Gempa Pacitan di Bantul dan Kota Yogyakarta