Rp100 Ribu Bisa Makan Bebek 4 Orang, Kuliner Lezat dengan View Sawah di Bebek Ledok Karanganyar
Tribun-video February 07, 2026 08:42 AM
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baruTRIBUN-VIDEO.COM - Rumah makan Bebek Ledok yang berada di Jatikuwung, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah, memiliki daya tarik tersendiri.Bebek Ledok didatangi sekitar 800 pembeli setiap harinya.Selain keunggulan cita rasa produknya, Bebek Ledok sukses menarik minat masyarakat melalui keunikan konsep yang diusung.Konsep rumah makan yang asri dan kental nuansa tradisional sengaja diciptakan untuk memberikan suasana berbeda.Andi, pemilik Bebek Ledok, menyebut usaha kuliner dapat memiliki daya tarik kuat ketika dipadukan dengan keunikan lokal.“Saya menemukan celah, kuliner itu bisa menjadi daya tarik kalau digabungkan dengan keunikan lokal,” kata Andi kepada Tribunnews.com, Rabu (14/1/2026).Pria berusia 36 tahun itu mengungkapkan, keunikan rumah makannya terletak pada media pemasakan hingga suasana khas pedesaan.Selain itu, pengunjung juga akan merasakan sensasi berbeda, yakni seperti berada dalam suasana rewangan.Rewangan merupakan tradisi gotong royong masyarakat Jawa, dan juga dijumpai di sejumlah daerah lain, untuk membantu tetangga atau kerabat yang menggelar hajatan.Bebek Ledok mengusung konsep dapur terbuka, sehingga pengunjung dapat langsung melihat proses pemasakan.“Keunikan lokal di sini itu ndeso, pakai kayu bakar, bisa nonton prosesnya, vibes rewangan, pawon.”“Pawonnya bisa dilihat langsung, menggorengnya juga bisa dilihat langsung, bahkan mencabuti bulu bebek pun bisa dilihat,” ungkap Andi.Konsep lain yang diusung Andi adalah rumah makan tanpa pemutaran musik dan tanpa fasilitas Wi-Fi.Bukan tanpa alasan, Andi ingin menciptakan suasana rumah makan yang tenang.Menurut Andi, makan bersama merupakan momen kebersamaan yang dapat menambah keakraban.Selain itu, ia ingin menghadirkan suasana asri dengan pemandangan hamparan sawah di sekitar rumah makan Bebek Ledok.“Di sini itu beda dengan yang lain. Yang lain mungkin berbangga-bangga dengan live music, kalau kami beda, no music, no karaoke, no Wi-Fi.”“Karena bagi kami, makan bersama sambil mengobrol itu sunnah. Dari situ bisa tukar pikiran, terjalin komunikasi hangat, dan muncul ide-ide cemerlang.”“Di sini pengin suasana sawah, asri, tidak bising,” bebernya.Pada awal berdiri, Bebek Ledok beroperasi di rumah pribadi Andi.Namun, karena jumlah pengunjung yang terus meningkat, Bebek Ledok kini pindah ke lokasi yang lebih luas dengan konsep joglo.Andi pun merasakan perbedaan signifikan setelah rumah makannya pindah ke tempat baru.“Ada perbedaan, terutama dari bangunan. Dulu di rumah. Kalau di sini saya memang mengusung konsep joglo, tetapi tetap seperti rumah joglo.”“Ini rumahnya menghadap sawah, lalu di bagian samping seperti emperan rumah.”“Kalau dari dapur mau keluar, rasanya seperti mau keluar rumah,” jelasnya.Selain bangunan joglo, di bagian samping rumah makan juga terdapat bangunan kecil atau booth khusus yang menjual gorengan dan kopi.“Kemudian yang baru, kami juga menambahkan booth untuk jual gorengan dan kopi,” papar Andi.“Ini masih ada konsep lanjutan, tetapi belum jadi,” imbuhnya.Keunikan tersebut membuat Bebek Ledok semakin diminati berbagai kalangan.Banyak pelanggan rela mengantre dan menunggu lama demi menikmati olahan bebek dengan bumbu racikan Andi.“Kami punya lampu LED yang statusnya selalu diperbarui. Kalau buka, tertulis ‘buka’. Kalau sudah penuh, tertulis ‘full’.”“Kalau sudah tertulis full lalu pengunjung tetap masuk, artinya mereka siap dengan konsekuensi menunggu waiting list.”“‘Tidak apa-apa, kami tunggu’, sampai segitunya pelanggan,” papar Andi.“Kadang sampai berdiri menunggu, saya juga merasa kasihan,” tambahnya.Meski telah pindah ke tempat yang lebih besar, masih banyak pengunjung yang tidak kebagian tempat.“Tempat lama tidak muat, dibuat lebih besar di sini pun tetap tidak muat,” ucap Andi.Selain dari Solo Raya, penikmat Bebek Ledok datang dari berbagai daerah di Jawa Tengah.Bahkan, ada pengunjung yang datang dari luar pulau, yakni Pekanbaru, Riau.“Semarang ada, Jogja ada, Magelang ada.”“Dari Madiun, Ngawi, Sragen. Yang paling jauh pernah dari Pekanbaru,” urainya.Rumah makan berkonsep tradisional ini juga pernah dikunjungi publik figur, di antaranya Heru, pembawa acara Jejak Si Gundul.Baca Selengkapnya di Tribunnews.com: https://www.tribunnews.com/bisnis/7780614/padukan-kuliner-dengan-keunikan-lokal-bebek-ledok-menarik-800-pembeli-sehari?page=all&s=paging_new.Program: Local ExperienceHost: Yustina KartikaEditor: Faiz Fadhilah#localexperience #kuliner #enak #murah #bebek #bebekledok #karanganyar #jawatengah #hiddengems #tradisional
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.