Alasan PAN Suarakan Prabowo Dua Periode: Bukan Soal Popularitas Tapi Keberlanjutan Pembangunan
Theresia Felisiani February 07, 2026 09:30 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dukungan kader Partai Amanat Nasional (PAN) terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk melanjutkan kepemimpinan hingga dua periode bukanlah sikap spontan. 

Anggota DPR RI Fraksi PAN sekaligus Sekretaris Jenderal Barisan Muda (BM) PAN, Slamet Ariyadi, menegaskan bahwa sikap tersebut berangkat dari konsistensi politik dan kesamaan visi jangka panjang yang telah terbangun sejak 2014.

Slamet menilai, relasi PAN dan Prabowo tidak dilandasi kepentingan kekuasaan sesaat, melainkan hubungan politik yang telah teruji dalam tiga kontestasi pemilihan presiden. 

Loyalitas tersebut, kata dia, kini menemukan relevansinya ketika pemerintahan Prabowo menunjukkan stabilitas dan kemampuan merawat koalisi.

"PAN adalah partai yang konsisten berada di samping Bapak Prabowo dalam tiga kali Pilpres berturut-turut. Jadi, jika hari ini kader, terutama anak-anak muda, menyuarakan dukungan dua periode, itu adalah apresiasi objektif atas kepemimpinan beliau yang stabil, inklusif, dan mampu menjaga harmoni koalisi," kata Slamet, kepada wartawan, Sabtu (6/2/2026).

Selain faktor kepemimpinan presiden, Slamet menjelaskan bahwa PAN juga memandang penting kesinambungan kebijakan nasional ke depan. 

Sebab itu, partainya memilih untuk tetap membuka ruang dialog dalam menyikapi dinamika politik, termasuk terkait wacana calon wakil presiden 2029.

Dia menegaskan bahwa munculnya sejumlah nama dari internal PAN bukan dimaksudkan sebagai sikap konfrontatif, melainkan cerminan aspirasi kader yang rasional dan berbasis rekam jejak.

"Posisi cawapres 2029 masih sangat cair. Tawaran kami untuk mendorong Ketua Umum Zulkifli Hasan (Zulhas) adalah aspirasi rasional dari kader bawah yang melihat rekam jejak nyata beliau. Sebagai Menko Pangan, Pak Zulhas mendapat kepercayaan penuh dari Presiden untuk menangani agenda strategis nasional. Ini soal trust dan kapasitas, bukan sekadar ambisi figur," ucap legislator asal Dapil Madura tersebut.

Slamet menekankan bahwa generasi muda PAN menempatkan arah kebijakan dan keberlanjutan pembangunan sebagai pertimbangan utama dalam memandang kontestasi politik ke depan. Popularitas semata dinilai tidak cukup tanpa fondasi kebijakan yang jelas.

"Bagi kami, yang utama bukan sekadar memuja figur, melainkan memastikan arah masa depan negara ini tetap berada di jalur yang benar. Kami menghormati Mas Gibran sebagai Wakil Presiden dan fokus kami saat ini adalah memastikan pemerintahan Prabowo-Gibran sukses total. Keberhasilan pemerintahan hari ini adalah modal politik terbesar bagi koalisi menuju 2029," pungkas Slamet.

 

PKB Dukung Prabowo 2 Periode

Sinyal dukungan terhadap Prabowo sebelumnya disampaikan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin usai bertemu Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (4/2).

“Kami yakin Pak Prabowo akan sukses memimpin kita bukan hanya lima tahun bahkan sepuluh tahun yang akan datang,” kata Cak Imin.

Namun, saat ditanya apakah dukungan tersebut termasuk tetap berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka, Cak Imin menyebut hal itu belum dibicarakan.

Baca juga: Jokowi Soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Ganjar: Mari Urus yang Terkena Bencana, Itu Lebih Penting

 

Respons Elite Gerindra Soal Wacana Prabowo Dua Periode

Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad merespons wacana yang berkembang soal kemungkinan Presiden Prabowo Subianto maju kembali pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Ia menyebut pembicaraan tersebut masih sebatas wacana.

Hal itu disampaikan Dasco usai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026).

“Jadi yang pertama, Pak Prabowo itu pasti akan menentukan langkah setelah melihat dalam periode pertama apakah pekerjaan dan tugas-tugas dapat diselesaikan dengan baik dan bermanfaat untuk rakyat banyak,” kata Dasco.

Baca juga: Ragam Respons soal Jokowi Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode

Ia menambahkan, wacana pasangan Prabowo dengan sejumlah tokoh pada Pilpres 2029 juga belum pernah dibahas secara resmi di internal partai.

“Nah, bahwa kemudian kita dengar di luar ada wacana-wacana dipasangkan dengan beberapa tokoh, yaitu kita anggap sebagai wacana dan juga hiburan untuk rakyatlah, gitu,” ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.