Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota
POS-KUPANG.COM, BETUN - Masyarakat Dusun Nekto, Desa Raiulun, Kecamatan Malaka Timur, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga kini masih hidup tanpa aliran listrik.
Sebanyak 42 kepala keluarga yang bermukim di dusun tersebut berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat agar mereka dapat segera menikmati akses jaringan listrik.
Ironisnya, sejak Negara Republik Indonesia merdeka hingga tahun 2026 ini, Dusun Nekto belum pernah sekalipun teraliri listrik.
Dalam menjalankan aktivitas pada malam hari, warga masih mengandalkan lampu pelita sebagai sumber penerangan utama.
Hal itu disampaikan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Raiulun, Kasmir Ulu Bau, mewakili masyarakat Dusun Nekto, kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (6/2/2026).
“Di Desa Raiulun ini terdapat empat dusun. Tiga dusun lainnya sudah teraliri listrik, sementara Dusun Nekto menjadi satu-satunya dusun yang hingga kini belum menikmati listrik,” ungkap Kasmir.
Ia menduga belum masuknya jaringan listrik ke Dusun Nekto disebabkan oleh letak geografis dusun yang terpencar dan terpisah dari permukiman lain. Dusun Nekto diketahui berjarak sekitar tiga kilometer dari Buitae, wilayah yang masuk dalam Kabupaten Belu.
“Sejak dulu, sejak Indonesia merdeka, kami masih hidup dalam keterpencilan dan belum sama sekali menikmati listrik,” katanya.
Selain jaringan listrik, warga Dusun Nekto juga belum pernah mendapatkan bantuan penerangan alternatif, seperti tenaga surya. Selama ini, sebagian besar warga hanya menggunakan lampu pelita.
Sementara itu, beberapa warga yang memiliki kemampuan ekonomi lebih memilih membeli panel surya sederhana yang disambungkan ke aki untuk mendapatkan penerangan terbatas.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas warga, terutama pada malam hari. Kegiatan masyarakat menjadi sangat terbatas, termasuk aktivitas belajar anak-anak.
“Anak-anak yang ingin belajar pada malam hari juga kesulitan karena tidak ada listrik. Sebagian besar masyarakat hanya menggunakan pelita,” ujar Kasmir.
Masyarakat pun berharap agar ke depan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat memberikan perhatian, sehingga jaringan listrik dapat segera masuk ke Dusun Nekto.
Tak hanya persoalan listrik, warga juga mengeluhkan kondisi akses jalan menuju dusun mereka. Jalan sepanjang kurang lebih tiga kilometer menuju Dusun Nekto masih berbatu dan rusak parah.
“Kalau hujan turun, kami sangat kesulitan melintasi jalan ini dengan kendaraan. Kondisinya memang sangat memprihatinkan,” tutup Kasmir. (ito)