TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak bacaan Injil Katolik hari ini Sabtu 7 Februari 2026.
Bacaan injil katolik hari ini lengkap renungan harian Katolik.
Sabtu 7 Februari 2026 merupakan hari Sabtu Biasa IV, Hari Sabtu Imam, Santo Rikardus, Pertapa, Santa Koleta, Perawan, dengan warna liturgi hijau.
Adapun bacaan liturgi Katolik hari Sabtu 7 Februari 2026 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 7 Februari 2026, Yesus Melihat, Yesus Peduli
"Salomo memohon hati yang bijaksana agar sanggup memerintah umat Allah."
Pada suatu hari Raja Salomo pergi ke Gibeon untuk mempersembahkan kurban sebab di situlah bukit pengurbanan yang paling besar; seribu kurban bakaran ia persembahkan di atas mezbah itu. Di Gibeon itu Tuhan menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi pada waktu malam.
Bersabdalah Allah, “Mintalah apa yang kauharapkan dari pada-Ku!” Lalu Salomo berkata, “Engkau telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada hamba-Mu Daud, ayahku,
sebab ia hidup di hadapan-Mu dengan setia, benar dan jujur terhadap Engkau! Engkau telah menjamin kepadanya kasih setia yang besar itu dengan memberikan kepadanya seorang anak yang duduk di takhtanya seperti pada hari ini.
Sekarang, ya Tuhan, Allahku, Engkau telah mengangkat hamba-Mu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman.
Kini hamba-Mu ini berada di tengah-tengah umat-Mu yang Kaupilih, suatu umat yang besar, yang tidak terhitung dan tidak terkira banyaknya.
Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang paham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan tepat, dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat,
sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?” Tuhan sangat berkenan bahwa Salomo meminta hal yang demikian.
Maka bersabdalah Allah kepada Salomo, “Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum, maka Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu!
Sungguh, Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorang pun seperti engkau, dan sesudah engkau pun takkan bangkit seseorang seperti engkau.
Namun yang tidak kauminta pun akan Kuberikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorang pun seperti engkau di kalangan raja-raja.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan Mzm 119:9-14
Ref. Ajarkanlah ketetapan-Mu kepadaku, ya Tuhan.
Bagaimana kaum muda mempertahankan hidupnya tanpa cela? Dengan mengamalkan firman-Mu.
Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, jangan biarkan aku menyimpang dari perintah-Mu.
Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.
Terpujilah Engkau, ya Tuhan; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.
Dengan bibirku aku menceritakan segala hukum yang Kauucapkan.
Aku bergembira atas peringatan-peringatan-Mu, melebihi segala harta.
Bait Pengantar Injil Yohanes 10:27
Ref. Alleluya
Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka, dan mereka mengikuti Aku. Alleluya.
Bacaan Injil Markus 6:30-34
"Mereka itu bagaikan domba-domba tak bergembala."
Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Marilah kita pergi ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah sejenak!” Memang begitu banyaknya orang yang datang dan pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat.
Maka pergilah mereka mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat,
dan mereka mengetahui tujuannya. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu dan mereka malah menahului Yesus.
Ketika mendarat, Yesus melihat jumlah orang yang begitu banyak. Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Yesus mengajarkan banyak hal kepada mereka.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
“Hati Yesus Tergerak oleh Belas Kasihan” Injil: Markus 6:30–34
Dalam ritme hidup yang serba cepat, kita sering kelelahan—bukan hanya secara fisik, tetapi juga batin. Tugas menumpuk, tanggung jawab tak ada habisnya, dan harapan orang lain kadang terasa terlalu berat. Injil hari ini menghadirkan Yesus yang memahami kelelahan manusia dan, pada saat yang sama, menunjukkan hati Allah yang penuh belas kasih. Renungan Katolik hari ini mengajak kita merenungkan bagaimana Yesus memandang kelelahan para murid dan kebutuhan terdalam orang banyak.
Injil: Markus 6:30–34 (Inti Pesan)
Para rasul kembali kepada Yesus setelah diutus mewartakan Kerajaan Allah. Mereka menceritakan segala yang telah mereka lakukan dan ajarkan. Melihat mereka lelah, Yesus berkata, “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian dan beristirahat sejenak.” Namun orang banyak mengikuti mereka. Ketika Yesus melihat kerumunan itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, sebab mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Maka Yesus mulai mengajar mereka banyak hal.
1. Allah Mengerti Kelelahan Kita
Yesus tidak menegur para murid karena lelah. Ia justru mengakui kebutuhan mereka untuk beristirahat. Ini menegaskan bahwa kelelahan bukan tanda kelemahan iman. Dalam renungan Injil Markus 6:30–34, kita melihat bahwa beristirahat adalah bagian dari kehidupan rohani yang sehat. Allah tidak menghendaki hamba-Nya habis terkuras sampai kosong; Ia menghendaki kita utuh tubuh, pikiran, dan jiwa.
2. Belas Kasihan yang Menggerakkan
Meskipun Yesus dan para murid ingin beristirahat, kebutuhan orang banyak “menginterupsi” rencana itu. Namun Yesus tidak kesal. Injil mencatat bahwa hati Yesus tergerak oleh belas kasihan. Belas kasihan bukan sekadar rasa iba; itu adalah kasih yang mendorong tindakan. Yesus memilih untuk hadir, mengajar, dan memberi arah hidup.
Dalam dunia digital hari ini, kita sering melihat banyak kebutuhan: di media sosial, di lingkungan sekitar, bahkan di rumah sendiri. Pertanyaannya: apakah hati kita masih tergerak? Atau kita sudah terlalu lelah dan kebal?
3. Domba Tanpa Gembala: Krisis Arah Hidup
Yesus melihat orang banyak sebagai domba tanpa gembala. Ini gambaran tentang manusia yang kehilangan arah, haus makna, dan rindu dibimbing. Banyak orang hari ini tampak “baik-baik saja” secara luar, tetapi kosong di dalam. Renungan Katolik hari ini mengingatkan kita bahwa Gereja—dan setiap orang beriman—dipanggil menjadi perpanjangan tangan Kristus, menghadirkan arah, harapan, dan kebenaran.
Apakah kita bersedia menjadi “gembala kecil” di lingkungan kita? Di keluarga, komunitas, sekolah, atau dunia digital?
4. Mengajar Sebelum Memberi Makan
Menariknya, sebelum mukjizat penggandaan roti (yang akan terjadi setelah perikop ini), Yesus lebih dulu mengajar. Ini menegaskan bahwa manusia bukan hanya lapar roti, tetapi juga lapar akan Sabda. Dalam renungan Injil hari Sabtu, kita diajak menilai kembali: apakah kita memberi waktu untuk mendengarkan dan merenungkan Sabda Tuhan setiap hari?
5. Relevansi bagi Hidup Kita Hari Ini
Belajar beristirahat bersama Tuhan, bukan lari dari-Nya
Memelihara hati yang peka, meski lelah dan sibuk
Menjadi saluran belas kasih, bukan penonton penderitaan
Mengutamakan Sabda Tuhan sebagai makanan jiwa
Penutup: Datanglah kepada Yesus
Yesus tidak hanya berkata, “Beristirahatlah.” Ia berkata, “Marilah.” Artinya, istirahat sejati bukan sekadar berhenti bekerja, tetapi datang kepada Yesus. Di sanalah kelelahan dipulihkan, arah hidup diperjelas, dan hati kembali dipenuhi belas kasih.
Doa Penutup
Tuhan Yesus, Engkau mengenal kelelahan hidup kami dan tetap memandang kami dengan belas kasih. Ajarlah kami untuk beristirahat bersama-Mu dan meneladan hati-Mu yang penuh kasih bagi sesama. Jadikan kami gembala-gembala kecil yang setia di dunia ini. Amin. (Sumber the katolik.com/kgg).