TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Insiden penyerangan dengan senjata tajam kembali terjadi di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut).
Peristiwa berdarah ini melibatkan dua orang yang merupakan rekan kerja.
Kejadiannya terjadi di lingkungan Kantor Perumda Pasar Pinasungkulan Karombasan, Kecamatan Wanea, Sulawesi Utara, Kamis (5/2/2026).
Lokasi berjarak sekitar 3 kilometer dari Pusat Kota Manado dengan estimasi waktu tempuh 12 menit.
Berikut adalah identitas dan kronologi penikaman di Karombasan Manado itu.
Seorang pria berinisial JS alias Jembot diamankan aparat kepolisian setelah menikam JHP alias Junior (51).
Keduanya adalah teman kerjanya.
Kejadian terjadi sekitar pukul 09.30 WITA dan bermula dari obrolan ringan terkait pengalaman kerja.
Situasi berubah tegang ketika pelaku merasa tersinggung oleh ucapan korban.
Kapolsek Wanea, AKP Fatras Barambae Andawari, menjelaskan bahwa korban sempat berupaya meredakan suasana dengan menyeka wajah pelaku menggunakan tisu.
Namun niat tersebut direspon dengan kekerasan oleh pelaku.
“Pelaku kemudian mengeluarkan sebilah badik yang diselipkan di pinggang dan menikam korban pada bagian paha kanan,” kata AKP Fatras.
Korban selanjutnya dilarikan ke rumah sakit.
Setelah melakukan aksinya, pelaku tidak melarikan diri untuk bersembunyi dalam waktu lama.
Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa JS menyerahkan diri ke Polsek Wanea untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.
“Pelaku kooperatif dan sudah kami amankan. Motif sementara karena pelaku merasa tersinggung atas ucapan korban yang berkaitan dengan riwayat pekerjaan,” ungkap AKP Fatras.
Merespons laporan yang masuk pada pukul 09.56 WITA, personel kepolisian bergerak cepat mengamankan situasi di lokasi kejadian (TKP) dan memastikan kondisi kesehatan korban yang sedang dirawat di RS Bhayangkara.
“Kami menerima informasi sekitar pukul 09.56 Wita. Personel langsung menuju TKP, mengamankan pelaku beserta barang bukti satu bilah badik, serta melakukan pulbaket dan pengecekan kondisi korban di RS Bhayangkara Manado,” tegasnya.
Pihak kepolisian kini mengimbau masyarakat, terutama keluarga korban, agar tidak terpancing emosi.
“Kami minta semua pihak tetap tenang dan mempercayakan penanganan perkara ini kepada kepolisian,” pungkasnya.