Siapa Herman Yosep Fernandez, Mati di Tangan Belanda saat Berjuang di Kebumen
khoirul muzaki February 07, 2026 10:07 AM

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Namanya tidak senyaring sederet pahlawan yang kerap disebut dalam buku sejarah atau saat momen Kemerdekaan RI.

Akan tetapi nama Herman Yosep Fernandez abadi di pesisir Jawa bagian selatan tepatnya di Kabupaten Kebumen.

Di pertigaan depan Kantor Desa Sidobunder Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen berdiri kokoh tugu dari batu dengan bentuk tak beraturan.

Tugu itu menyimpan memori sejarah para tentara pelajar yang berjuang melawan belanda pada 31 Desember 1948.

Palagan atau pertempuran Sidobunder. Laki-laki kelahiran 3 Juni 1925 asal Ende Flores Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama sejumlah tentara pelajar menghalau belanda yang hendak menguasai Kota Yogyakarta, Ibu Kota Negara Indonesia saat itu.

 Herman ditangkap diadili, dan gugur di tangan regu tembak belanda dengan tuduhan telah menembak mati seorang perwira belanda.

Sejumlah saudara dari Herman Yoseph Fernandez, salah satunya, Grace Siahaan Njo bersama tim dari Jakarta mendapatkan kesempatan bersilaturahmi dengan perangkat desa, serta sesepuh pelaku sejarah di Desa Sidobunder pada Jumat (6/2/2026).

Mereka tampak khusyuk mendengarkan cerita dari perwakilan sesepuh pelaku sejarah serta dari Tunas Patria Putera Puteri Tentara Pelajar Kabupaten Kebumen mengenai Palagan Sidobunder dalam acara Silaturahmi Napak Tilas Perjuangan Herman Yoseph Fernandez Cahaya Dari Timur Untuk Indonesia di Balai Desa Sidobunder.

Saudara dari Herman Yoseph Fernandez, Grace Siahaan Njo menyampaikan, Herman merupakan anak keempat dari 12 bersaudara. Sedangkan ibunya merupakan anak kedelapan.

"Kami ingin perjuangan Herman Yoseph Fernandez terus dikenang. Tidak hanya oleh masyarakat Flores Timur tapi juga bangsa dan negara," katanya usai silaturahmi dan napak tilas tersebut.

Baca juga: Nasib Pedagang Baturraden Merana Menunggu Wisatawan Sepi

Menurutnya dengan mengangkat Herman Yoseph Fernandez sebagai pahlawan nasional secara tidak langsung juga mengangkat wilayah Sidobunder yang berada di Kabupaten Kebumen ke permukaan catatan sejarah kemerdekaan Indonesia. Palagan Sidobunder termasuk catatan penting dari sekian palagan yang dikenal dalam sejarah Kemerdekaan Indonesia.

Grace mengungkapkan, napak tilas ini tidak hanya sekedar mengenang sosok Herman Yoseph Fernandez tetapi juga menjadi ruang refleksi mengenai perjalanan hidup pemuda asal Flores yang merantau ke tanah Jawa.

"Dengan cita-citanya menjadi seorang guru. Tapi akhirnya sejarah membawa beliau ke jalan yang berbeda. Ketika bangsa ini memanggil, cita-cita itu sebenarnya tidak hilang melainkan berubah wujud.

 Herman Fernandez mungkin tidak sempat mengajar di kelas tapi beliau mengajar melalui kehidupan. Melalui sikapnya dan pada akhirnya melalui pengorbanan tertinggi di medan perjuangan," ungkapnya.

Melalui napak tilas ini, pihaknya berharap dukungan terhadap Herman Yoseph Fernandez sebagai calon pahlawan nasional tidak hanya datang dari Flores Timur tapi juga dari Sidobunder Kabupaten Kebumen yang merupakan tempat perjuangan Herman bersama tentara pelajar.

Grace bersyukur dapat bersilaturahmi dengan sesepuh pelaku sejarah di Desa Sidobunder karena sekaligus mendapatkan kekuatan dan dukungan untuk memperjuangkan Herman Yoseph Fernandez sebagai pahlawan nasional.

Dia menceritakan, ini adalah kali pertama baginya menginjakkan kaki di Sidobunder tempat pamannya berjuang kala itu.

"Terus terang begitu masuk Gombong (Kabupaten Kebumen) saya merasakan ada rasa haru, di mana saya tiba di tempat di mana paman saya dulu berjuang," tutur Grace.

Penasehat tim pengusul, Letjen (Purn) Kiki Syahnakri mengatakan, Palagan Sidobunder mempunyai nilai strategis tetapi sayangnya belum tercatat dan diketahui banyak orang dalam sejarah kemerdekaan RI.

Melalui pengusulan Herman Yoseph Fernandez diharapkan sejarah Palagan Sidobunder dikenal masyarakat luas. 

"Kalau tidak ada Palagan Sidobunder, belanda bablas (bergerak maju) sampai Jogja. Mungkin sejarah nasional akan lain ceritanya. Tapi karena belanda terhambat di sini (Sidobunder), yang tujuannya tadinya ingin merebut Jogja, ibu kota negara (saat itu) menangkap pimpinan nasional di situ, mungkin ceritanya akan lain. Nah jadi itulah nilai stategisnya dari Palagan Sidobunder, " jelasnya.

Ketua Tunas Patria Putera Puteri Tentara Pelajar Kabupaten Kebumen, Bambang Priyambodo mengungkapkan Herman Yoseph Fernandez bagian dari tentara yang berjuang bersama ayahnya zaman dulu.

Pengusulan sebagai calon pahlawan nasional ini merupakan kesempatan yang baik bagi masyarakat Flores dengan mengangkat putra daerah menjadi pahlawan nasional.

"Ketika beliau bersekolah malah justru terpanggil patriotismenya, nasionalismenya untuk Indonesia," terangnya.

Kepala Desa Sidobunder, Sarno menambahkan,
Pemdes dan masyarakat sangat mendukung dan sangat berharap agar usulan atau pengajuan Herman Yoseph Fernandez menjadi pahlawan nasional bisa disetujui oleh pemerintah dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto.

"Sangat berharap Bapak Herman Yoseph Fernandez menjadi pahlawan nasional karena perjuangannya di Dessa Sidobunder waktu itu luar biasa," pungkasnya. (Ais).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.