Tol Jambi–Rengat Segera Dibangun, Lampung ke Pekanbaru Via Jambi-Sumsel Cukup 12 Jam
Darwin Sijabat February 07, 2026 10:11 AM

 

TRIBUNJAMBI.COM - Konektivitas jalan di Pulau Sumatera sedang bersiap memasuki babak baru yang revolusioner dengan adanya jalan tol. 

Dengan segera dimulainya pembangunan ruas Tol Jambi–Rengat, mimpi besar menghubungkan ujung selatan hingga tengah Pulau Sumatera melalui jalur bebas hambatan kini berada di depan mata. 

Seperti diketahui, perjalanan dari Provinsi Lampung menuju Pekanbaru, Riau melewati Sumatera Selatan dan Provinsi Jambi biasanya memakan waktu satu hari penuh.

Jika seluruh ruas ini tersambung dengan jalan tol, diprediksi akan terpangkas drastis menjadi hanya sekitar 12 jam.

Momen Tiga Provinsi Jadi Satu

Sejak November 2019, Lampung dan Sumatera Selatan telah terhubung penuh.

Kini, integrasi koridor ekonomi tersebut meluas ke Provinsi Jambi. 

Sejumlah ruas strategis pada koridor Palembang–Jambi telah mulai beroperasi, di antaranya:

- Palembang–Betung (69 km)

- Bayung Lencir–Tempino (bagian dari Tol Betung–Tempino–Jambi)

Baca juga: Mohon Bersabar, Jalan Tol Jambi–Rengat Diprediksi Dibangun 2027, Ini Daftar 50 PSN Presiden Prabowo

Baca juga: Tamat Sudah Karir 2 Polisi di Jambi, Dipecat Usai Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat: Pemerkosaan

Baca juga: Rekam Jejak Suara PSI di Pileg 2019-2024, Jokowi Yakin 2029 Lolos ke Senayan: Targetnya Bukan Itu

- Tempino–Ness

Gubernur Jambi, Al Haris sebelumnya pernah menyebut perkembangan jalan tol ini sebagai urat nadi ekonomi yang vital. 

Kehadiran jalan tol ini memangkas waktu tempuh Palembang–Jambi dari semula 7 jam menjadi hanya 2-3 jam. 

Efisiensi luar biasa juga terlihat pada ruas Bayung Lencir–Tempino, di mana waktu tempuh 1,5 jam kini hanya memerlukan 15 menit saja.

Tol Jambi–Rengat: Mata Rantai yang Dinanti

Kabar gembira datang dari akselerasi JTTS tahap kedua, yakni ruas Jambi–Rengat sepanjang 198,13 km. Ruas ini adalah kunci utama untuk menyambungkan Jambi ke Riau. 

Selama ini, perjalanan Jambi–Pekanbaru membutuhkan waktu hingga 12 jam, namun dengan tol ini, durasi tersebut akan dipangkas menjadi hanya 3 sampai 4 jam.

Dukungan finansial telah diamankan melalui pendanaan internasional dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). 

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum telah menyusun peta jalan (roadmap) pembangunan yang sistematis:

1. Tahap Finalisasi Dokumen dan Administrasi (2026)

Sepanjang tahun 2026, fokus utama terletak pada penyelesaian seluruh aspek administratif.

Tahapan ini mencakup finalisasi Green Book di Bappenas, revisi Detail Engineering Design (DED), hingga pengurusan dokumen AMDAL.

Baca juga: Pembebasan Lahan Tol Jambi-Rengat Baru 4,83 Persen, Dedy Gunawan: Pendanaan

Baca juga: Jadwal Bus Tangerang-Jambi 7 Februari 2026, Harga Rp99 Ribu

Pemerintah juga tengah merampungkan nota kesepahaman (MoU) dengan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) untuk memastikan kelancaran pencairan dana pembebasan lahan yang sempat terhambat.

2. Tahap Penandatanganan Kontrak dan Lelang (Awal 2027)

Memasuki kuartal pertama tahun 2027, proyek ini dijadwalkan melakukan penandatanganan perjanjian pinjaman (loan agreement) dengan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

Dukungan pendanaan internasional ini menjadi mesin utama penggerak proyek.

Segera setelah pendanaan cair, proses lelang akan dibuka untuk menentukan pelaksana konstruksi.

3. Tahap Konstruksi Fisik dan Skala Prioritas (2027-2028)

Konstruksi fisik akan dimulai pada tahun 2027.

Pengerjaan akan diprioritaskan pada fase pertama, yakni ruas Simpang Ness (Jambi) hingga Merlung sepanjang 67 kilometer.

Salah satu tantangan teknis terbesar pada tahap ini adalah pembangunan jembatan bentang panjang yang akan melintasi Sungai Batanghari, yang memerlukan perencanaan konstruksi khusus.

4. Tahap Ekspansi Ruas Sencalang-Rengat

Setelah fase awal berjalan, pembangunan akan diteruskan menuju Sencalang hingga akhirnya menyambung ke Rengat.

Kementerian PU terus mendorong agar seluruh ruas ini bisa terkoneksi sepenuhnya, mengingat minat pendanaan dari pihak AIIB yang sangat kuat untuk membiayai proyek secara total.

5. Tahap Operasional Penuh (2029)

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Tol Jambi–Rengat ditargetkan beroperasi penuh pada tahun 2029.

Baca juga: Kecelakaan di Exit Tol Pijoan: Sopir Truk Terjepit Kabin, Arus Lalu Lintas Jambi Macet Total

Baca juga: Sosok Bripda Samson dan Bripda Nabil, 2 Polisi Jambi Dipecat Polda Jambi karena Pemerkosaan

Pada titik ini, arus logistik di Sumatera bagian tengah diharapkan melaju lebih cepat, memangkas biaya operasional kendaraan, dan menghapus hambatan waktu yang selama ini dikeluhkan pengguna jalan nasional.

Efisiensi Konstruksi dengan Teknologi Modern

Kecepatan pembangunan ini tidak lepas dari penggunaan teknologi terkini. 

Proyek ini memanfaatkan Building Information Modeling (BIM) yang terbukti mampu mempercepat waktu konstruksi. 

Sebagai contoh, salah satu segmen pengerjaan oleh KSO PT Hutama Karya berhasil diselesaikan dalam 473 hari, jauh lebih cepat dari rencana awal 599 hari.

Masa Depan Logistik Sumatera

Jika seluruh ruas dari Bakauheni (Lampung) hingga Pekanbaru (Riau) tersambung penuh, total jarak sekitar 1.000 km dapat ditempuh dalam waktu murni sekitar 12 jam dengan kecepatan rata-rata 80-100 km/jam.

Ini bukan sekadar soal kecepatan, melainkan transformasi besar bagi distribusi logistik nasional. 
Pulau Sumatera tidak lagi sekadar terhubung secara geografis, tetapi tengah melaju kencang menuju era efisiensi tinggi, menekan biaya transportasi, dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di setiap gerbang tol yang dibuka.

Baca juga: Tamat Sudah Karir 2 Polisi di Jambi, Dipecat Usai Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat: Pemerkosaan

Baca juga: 6 Fakta Polri Meminta Maaf Gara-gara Bripda Samson dan Bripda Nabil Perkosa Perempuan

Baca juga: Warga Kerinci Mengadu ke Dewan, Sederet Dampak Air Danau Kerinci Susut Drastis

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.