Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP Halaman 130 dan 131 Kurikulum Merdeka, Kearifan Lokal
Putri Kusuma Rinjani February 07, 2026 12:01 PM

Siswa akan diminta untuk menyelesaikan tugas yang ada di Halaman 130 dan 131 yang membahas tentang jelasah kata dan kearifan lokal.

Sebelum menggunakan kunci jawaban yang ada siswa tetap dihimbau untuk menyelesaikan tugas secara mandiri terlebih dahulu, barulah setelahnya bisa menggunakan jawaban yang ada.

Berikut ini akan disajikan selengkapnya contoh soal dan kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP Halaman 130-131 Kurikulum Merdeka.

___

Buku Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP Halaman 130-131 Kurikulum Merdeka

>> Halaman 130

Kegiatan 2

Jelajah Kata 

Perhatikan kata-kata yang ditandai kuning dalam teks “Smong, Kearifan Lokal untuk Mitigasi Bencana”.

a. Pasangkan kata dengan artinya, catat di buku tulis kalian.

b.Periksa silang jawaban kalian dengan teman.

c. Periksa ulang artinya dalam kamus. 

Jawaban: 

1. tsunami

Arti: (n) gelombang laut dahsyat (gelombang pasang) yang terjadi karena gempa bumi atau letusan gunung api di dasar laut (biasanya terjadi di Jepang dan sekitarnya).

2. petuah

Arti: (n) nasihat orang alim; pelajaran (nasihat) 
yang baik

3. mitigasi

Arti: (n) tindakan mengurangi dampak bencana

4. historis

Arti: (a) berkenaan dengan sejarah; bertalian atau ada hubungannya dengan masa lampau; (a) bersejarah.

5. tutur

Arti: (n) ucapan; kata; perkataan

Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 3 Halaman 174 Kurikulum 2013 Belajar di Rumah Bab 12 Kisah Nabi Ismail

6. cengkih

Arti:  (n) pohon berdaun lebat, berbunga harum, digunakan sebagai rempah-rempah.

___

>> Halaman 131

Kegiatan 3

Carilah kisah atau kearifan lokal dari zaman lampau yang ada di daerah kalian. Kalian dapat meminta orang tua atau kakek-nenek kalian menceritakan kisah-kisah yang mereka dengar pada masa kecil mereka. Perhatikan apakah kisah atau kearifan lokal tersebut membawa manfaat bagi kehidupan sebagaimana smong.

Jawaban:

Laporan Berburu Kearifan Lokal

Nama Kearifan Lokal:

"Larangan Menangkap Ikan dengan Cara Meracuni Air"

Asal:

Desa Cikarang, Jawa Barat

Isi Kearifan Lokal:

Di Desa Cikarang, Jawa Barat, ada tradisi yang melarang penduduk untuk menangkap ikan dengan cara meracuni air. Tradisi ini telah diwariskan turun-temurun oleh leluhur desa sebagai bentuk perlindungan terhadap ekosistem sungai yang menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat setempat. Menurut kepercayaan, meracuni air untuk menangkap ikan dapat merusak keseimbangan alam dan mengancam kelangsungan hidup ikan di sungai.

Pesan Kebaikan:

Tradisi ini mengajarkan masyarakat untuk menjaga kelestarian alam dengan tidak melakukan eksploitasi berlebihan. Dengan melarang penggunaan racun dalam menangkap ikan, penduduk diingatkan untuk menghormati lingkungan dan memelihara sumber daya alam agar tetap dapat dimanfaatkan oleh generasi berikutnya.

Hal Menarik yang Ditemukan:

Hal menarik dari kearifan lokal ini adalah bagaimana masyarakat di Desa Cikarang memiliki pemahaman yang mendalam tentang pentingnya menjaga kelestarian alam, bahkan jauh sebelum isu lingkungan menjadi perhatian global. Tradisi ini tidak hanya mengajarkan tentang keberlanjutan, tetapi juga mempererat hubungan manusia dengan alam dan memperkuat rasa tanggung jawab terhadap generasi mendatang.

*)Disclaimer: Kunci jawaban di atas hanya digunakan untuk bahan belajar siswa.

________

(Tribunsumsel.com/Putri Kusuma Rinjani)

****

Ikuti dan bergabung disaluran WhatsApp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.