TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG — Kota Palembang kembali menjadi pusat perhatian religi nasional saat ribuan umat Muslim berkumpul mengenakan pakaian serba putih untuk melaksanakan tradisi Ziarah Kubro, Jumat (6/2/2026).
Meskipun langit Palembang diselimuti awan mendung dan sempat diguyur hujan sejak pagi hari, hal tersebut tidak menyurutkan langkah para peziarah untuk memulai rangkaian wisata religi tahunan yang digelar menjelang bulan suci Ramadan.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari ini dimulai dengan titik kumpul di area Masjid Darul Muttaqin. Sejak pukul 06.30 WIB, ribuan jemaah sudah memadati lokasi dengan penuh khidmat. Langkah kaki mereka yang beriringan menyusuri Jalan Ali Gatmir hingga Jalan dr. M. Isa menciptakan pemandangan layaknya "lautan putih" di tengah hiruk-pikuk kota.
Pihak panitia pelaksana memastikan bahwa seluruh fasilitas dan pengaturan rute telah siap 100 persen untuk menyambut lonjakan jemaah. Menariknya, daya tarik Ziarah Kubro kian meluas melampaui batas wilayah Sumatera Selatan.
Peserta yang hadir tercatat berasal dari berbagai kota besar di Indonesia seperti Surabaya, bahkan hingga mancanegara, termasuk Malaysia, Arab Saudi, dan Yaman.
Ketua Panitia Ziarah Kubro 2026, Al Habib Abdurrahman bin Hasan Al Habsy, mengungkapkan rasa syukurnya atas tingginya partisipasi masyarakat tahun ini.
"Kami memperkirakan tahun ini peziarah yang hadir berada di atas angka 10.000 orang. Jika melihat kondisi di lapangan hari ini, perkiraan tersebut sangat masuk akal karena tren peserta memang terus meningkat setiap tahunnya. Walaupun harus berjalan kaki di bawah guyuran hujan, semangat jemaah tidak luntur. Ini adalah bukti kecintaan umat terhadap para ulama dan leluhur," ujar Al Habib Abdurrahman.
Pada hari pertama, rute arak-arakan difokuskan menuju ke Makam Gubah untuk menziarahi makam Al Habib Aqil bin Yahya, yang kemudian dilanjutkan ke pemakaman Al Habib Ahmad Bin Syech bin Syahab. Di sepanjang perjalanan, suasana terasa sangat syahdu dengan gema selawat dan pelantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang disuarakan secara serentak oleh para jemaah.
Setelah hari pertama berakhir, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan pada:
Hari Kedua: Jemaah akan menuju ke Makam Naga Swidak dan menghadiri Haul di Pondok Pesantren Ar-Riyadh, sebuah institusi pendidikan Islam bersejarah di Palembang.
Hari Ketiga: Sebagai puncak acara, massa akan bergerak menuju pemakaman Kawah Tengkurep. Lokasi ini merupakan situs sejarah penting karena merupakan tempat persemayaman para sultan dari Kesultanan Palembang Darussalam.
Baca juga: Di Bawah Rintik Hujan, Ribuan Umat Muslim Antusias Ikuti Ziarah Kubro Palembang 2026
Baca juga: Jadwal dan Rute Ziarah Kubro di Palembang, Mulai 6-8 Februari 2026, Persiapan 100 Persen
Lebih dari sekadar ritual ziarah, Al Habib Abdurrahman menegaskan bahwa agenda ini membawa misi syiar Islam yang kuat. Tujuannya adalah untuk meneladani kegigihan perjuangan para habib dan ulama terdahulu dalam menyebarkan ajaran Islam di wilayah Sumatra Selatan, khususnya di lingkungan Kesultanan Palembang Darussalam.
"Kami berdoa agar melalui wasilah ziarah ini, Allah memberikan kemaslahatan bagi umat Muslim dan bangsa Indonesia. Kami juga berharap seluruh umat dapat menjalankan ibadah Ramadan tahun ini dengan lancar, sehat, dan khusyuk," tambahnya.
Kegiatan akbar ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Palembang dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Sebagai langkah antisipasi keamanan dan kenyamanan, sejumlah ruas jalan, terutama di sepanjang lorong Gubah, ditutup sementara oleh pihak keamanan dan perhubungan mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB guna memberikan ruang bagi iring-iringan peziarah.
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com