BANGKAPOS.COM – Inilah aturan baru soal minimal gaji orang tua mendaftar Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) 2026 untuk jalur SNBP 2026 (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi), SNBT 2026 (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes) dan jalur mandiri PTN (perguruan tinggi negeri) dan PTS (perguruan tinggi swasta).
Perubahan aturan gaji orang tua ini penting dicek dulu.
Pasalnya aturan baru ini berbeda jauh dari yang sebelumnya.
Saat ini KIP Kuliah sudah dibuka untuk jalur SNBP 2026 sejak tanggal 3 Februari.
Bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu, bisa memanfaatkan bantuan pendidikan ini untuk melanjutkan kuliah di perguruan tinggi.
Baca juga: Harga Token Listrik 7-8 Februari 2026, di Bangka Belitung 1.300 VA Beli Rp100 Ribu Dapat Segini
KIP Kuliah akan mendanai biaya kuliah para mahasiswa sampai lulus sesuai ketentuan dan ada uang saku per bulan sesuai klaster buat mahasiswa.
Bantuan ini diberikan kepada calon mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri dan swasta semua jalur masuk. Baik jalur SNBP, SNBT dan jalur mandiri.
Karena itu, persyaratan akan ekonomi menjadi persyaratan ketat dalam seleksi KIP Kuliah 2026.
Maka sebelum mendaftar, cek aturan baru gaji orangtua agar bisa mendaftar KIP Kuliah 2026.
Pada tahun lalu dan tahun sebelumnya, jika mahasiswa tak masuk daftar DTKS, penerima PKH, tetapi memenuhi syarat miskin atau rentan miskin bisa mendaftar.
Dengan syarat gaji orangtua gabungan ikut dilampirkan.
Dulu persyaratan gaji orangtua buat daftar KIP Kuliah, harus memberikan bukti pendapatan kotor gabungan orang tua dan wali maksimal Rp4.000.000 setiap bulan atau pendapatan kotor gabungan orangtua, wali dibagi jumlah anggota keluarga paling banyak Rp750.000.
Itupun orangtua harus membuat bukti keluarga miskin dalam bentuk Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang dikeluarkan dan dilegalisasi oleh pemerintah, minimum tingkat desa/kelurahan untuk menyatakan kondisi suatu keluarga yang termasuk golongan miskin atau tidak mampu yang disertai dengan bukti dukung antara lain rekening listrik dan foto rumah.
Semua dokumen dan bukti akan diverifikasi dan validasi oleh Perguruan Tinggi. Namun dalam aturan barunya, gaji orang tua yang bisa mendaftar KIP Kuliah justru lebih diperbarui.
Kalau dulu gaji maksimal gabungan Rp4 juta bisa daftar, kini pendapan kotor gabungan orang tua/wali dalam satu bulan di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP) domisili asal mahasiswa.
Itupun calon penerima pada kriteria ini wajib mengunggah Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
Contoh:
Di Indonesia, UMP terendah berada di Jawa Barat dengan nominal sebesar Rp 2.317.601.
Jadi misalnya ada calon mahasiswa dari Jawa barat yang pendapatan orang tuanya digabung dan besarannya di bawah Rp2,3 juta bisa mendaftar.
Karena acuannya sekarang di bawah UMP, maka calon mahasiswa harus mengecek berapa UMP di domisilimu. Ingat, gabungan pendapatan kotor harus di bawah UMP daerah masing-masing.
Bukan lagi hanya di bawah Rp4 juta, lantas bisa daftar KIP Kuliah 2026.
Baca juga: Rekam Jejak Muhammad Zidni Ilmi, Penghulu KUA Pakai Bahasa Inggris dan Jerman Pimpin Ijab Kabul
Sementara daftar UMP lengkap se-Indonesia seperti ini:
Daftar UMP 2026 Pulau Jawa dan Bali
UMP Jakarta 2026: Rp 5.729.876
UMP Banten 2026: Rp 3.100.881,40
UMP Jawa Barat 2026: Rp 2.317.601
UMP Jawa Tengah 2026: Rp 2.327.386,07
UMP DIY Yogyakarta/UMP Jogja 2026: Rp 2.417.495
UMP Jawa Timur 2026: Rp 2.446.880
UMP Bali 2026: Rp 3.207.459
Daftar UMP 2026 Wilayah Sumatera
UMP Aceh 2026: Rp 3.932.552
UMP Sumatera Utara/UMP Sumut 2026: Rp 3.228.949
UMP Sumatera Barat/UMP Sumbar 2026: Rp 3.182.955
UMP Riau 2026: Rp 3.780.495
UMP Kepulauan Riau 2026: Rp 3.879.520
UMP Jambi 2026: Rp 3.471.497
UMP Bengkulu 2026: Rp 2.827.250
UMP Sumatera Selatan 2026: Rp 3.942.963
UMP Lampung 2026: Rp 3.047.734
UMP Bangka Belitung 2026: Rp 4.035.000
Daftar UMP 2026 Wilayah Kalimantan
UMP Kalimantan Barat/UMP Kalbar 2026: Rp 3.054.552
UMP Kalimantan Tengah/UMP Kalteng 2026: Rp 3.686.138
UMP Kalimantan Selatan/UMP Kalsel 2026: Rp 3.725.000
UMP Kalimantan Timur/UMP Kaltim 2026: Rp 3.762.431
UMP Kalimantan Utara 2026: Rp 3.775.243
Daftar UMP 2026 Wilayah Sulawesi
UMP Sulawesi Utara 2026: Rp 4.002.630
UMP Sulawesi Tengah 2026: Rp 3.179.565
UMP Sulawesi Selatan 2026: Rp 3.921.088
UMP Sulawesi Tenggara 2026: Rp 3.306.496,18
UMP Sulawesi Barat 2026: Rp 3.315.934
UMP Gorontalo 2026: Rp 3.405.144
Daftar UMP 2026 Wilayah Maluku dan Papua
UMP Maluku 2026: Rp 3.334.490
UMP Maluku Utara 2026: Rp 3.510.240
UMP Papua 2026: Rp 4.436.283
UMP Papua Tengah 2026: Rp 4.285.848
UMP Papua Pegunungan 2026: Rp 4.508.714
UMP Papua Selatan 2026: Rp 4.508.100
UMP Papua Barat 2026: Rp 3.841.000
UMP Papua Barat Daya 2026: Rp 3.766.000
Aturan baru lainnya, dulu siswa yang keluarganya mau mendaftar KIP Kuliah harus masuk dalam daftar desil maksimal 3 dalam Data Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PPKE).
Baca juga: Sepak Terjang dan Sosok Rizal Fadillah Petinggi Bea Cukai di-OTT KPK, Baru 8 Hari Dilantik Purbaya
Sekarang, keluarga dari desil maksimal 4 bisa mendaftar. Desil adalah sistem pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga yang digunakan dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Desil terbagi menjadi 10 tingkat, dengan rincian sebagai berikut:
1. Desil 1: Sangat Miskin
2. Desil 2: Miskin
3. Desil 3: Hampir Miskin
4. Desil 4: Rentan Miskin
5. Desil 5: Pas-pasan
6. Desil 6 – 10: Menengah ke atas (tidak diprioritaskan untuk bansos)
Berikut persyaratan KIP Kuliah 2026, buat daftar SNBP, SNBT, jalur mandiri PTN dan PTS:
1. Pendaftar KIP Kuliah merupakan siswa SMA atau sederajat yang lulus atau akan lulus pada tahun berjalan atau telah dinyatakan lulus maksimal 2 tahun sebelumnya, serta memiliki NISN, NPSN dan NIK yang valid.
Jadi bila KIP Kuliah dibuka 2026, maka siswa gap year yang bisa mendaftar adalah siswa lulusan tahun 2025 dan 2024
2. Memiliki potensi akademik baik, tetapi memiliki keterbatasan ekonomi yang didukung bukti dokumen yang sah.
3. Siswa mempunyai Kartu KIP atau memiliki Kartu Keluarga Sejahtera atau terdata di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos.
4. Lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru, dan diterima di PTN atau PTS pada Prodi dengan Akreditasi A/Unggul atau B/Baik Sekali, dan dimungkinkan dengan pertimbangan tertentu pada Prodi dengan Akreditasi C/Baik.
5. Keterbatasan ekonomi calon penerima KIP Kuliah dibuktikan dengan :
Jika calon penerima tidak memenuhi salah satu dari 3 kriteria di atas, maka dapat tetap mendaftar untuk mendapatkan KIP Kuliah asalkan memenuhi persyaratan pendapan kotor gabungan orang tua/wali dalam satu bulan di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP) domisili asal mahasiswa.
Calon penerima pada kriteria ini wajib mengunggah Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
(Kompas.com/Bangkapos.com)