TRIBUNJAMBI.COM - Viral guru agama diduga di-bully dan dianiaya kepala sekolah di Kalimantan Utara (Kaltara).
Insiden guru perempuan jadi korban bully itu terjadi di SD Negeri di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan.
Dalam ungahan yang beredar, tampak seorang perempuan mengenakan pakaian guru dan berkerudung cokelat, terbaring lemas di atas ranjang perawatan.
Terlihat selang infus terpasang di wajahnya.
Disebutkan pula bahwa perempuan tersebut merupakan guru di SD Negeri 001 Sebatik Tengah.
Unggahan foto ini disertai curhatan panjang.
Berikut isi curhatan yang kini menjadi sorotan tajam warga Nunukan:
Baca juga: Paha Polisi di Tebo Jambi Tertembak Senjatanya saat Ditangkap, Dilaporkan Pengancaman oleh Mertua
Baca juga: Rincian Alokasi Replanting Kelapa Sawit di Jambi - Batang Hari, Tanjabtim, Merangin Terluas
‘Mama dizolimi sama kepala sekolah Mama. Mama tidak diperbolehkan masuk ke ruang kantor guru, dan istirahat hanya di perpustakaan tanpa fasilitas apapun.
Mama tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan kegiatan sekolah. Dan tidak boleh masuk ke grup sekolah.
Mama tidak diberikan TTD untuk kelengkapan berkas, yang mengakibatkan tunjangan sertifikasi selama satu tahun sebesar Rp 45 juta tidak bisa dicairkan.
Sesabar itukah Mama. Mama, maafkan anakmu Ma, sampai Mama dilempar kursi dan sekop sampah pun Mama masih berusaha tegar, tapi jiwa dan mental Mama tidak sanggup lagi sampai sedrop ini.
Maafkan kami anakmu Mama, belum bisa berikan kebahagiaan di hari tuamu, tapi justru masih terus tegar berjuang dengan kehidupanmu yang penuh ketidak adilan,’.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Akhmad, juga menyatakan belum dapat memberikan komentar lebih jauh terkait kasus yang tengah memicu kemarahan warga tersebut.
"Saya belum bisa berkomentar,’’ ujarnya melalui pesan WhatsApp
Akhmad yang tengah mengikuti kegiatan Musrenbang di wilayah pedalaman Nunukan mengklaim telah meminta dilakukan penyelidikan dan investigasi untuk memastikan kronologi kejadian sebenarnya.
"Kita masih selidiki kejadiannya seperti apa,’’ kata Akhmad. (*)
Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi
Baca juga: Mengenal Suku Anak Dalam Jambi, Disebut Tempat Perdagangan Anak Lintas Provinsi
Baca juga: Wisata Geopark Merangin Jambi, Warisan Geologi Berusia 300 Juta Tahun
Baca juga: Rincian Alokasi Replanting Kelapa Sawit di Jambi - Batang Hari, Tanjabtim, Merangin Terluas