TRIBUNJAMBI.COM, MERANGIN – Geopark Merangin Jambi merupakan salah satu situs warisan geologi paling penting di Indonesia.
Kawasan Geopark menyimpan fosil berusia lebih dari 300 juta tahun, yang tersebar di sepanjang aliran Sungai Batang Merangin dan Sungai Mengkaring.
Di sini, pengunjung bisa menemukan fosil daun, kayu, akar, hewan hingga kerang purba. Selain menikmati wisata geologi, wisatawan juga kerap menjajal aktivitas arung jeram yang menjadi ikon kawasan ini.
Warisan yang tersimpan di Merangin tak berhenti pada jejak purba. Kabupaten ini juga menyimpan tinggalan budaya prasejarah hingga masa Kerajaan Sriwijaya, seperti Batu Larung dari zaman megalitikum dan Prasasti Karang Berahi yang menggunakan aksara Pallawa serta bahasa Melayu Kuno.
Merangin juga memiliki kekayaan biodiversitas. Beragam flora langka seperti Jelutung, Bulian, Tembesu, Meranti, Kempas, hingga bunga raksasa Rafflesia arnoldii dapat ditemukan di wilayah ini. Fauna sungai pun kaya, dengan catatan 320 spesies ikan—23 di antaranya merupakan temuan baru—yang sekaligus menjadi indikator kesehatan ekosistem.
Berikut sejumlah objek penting yang berada dalam kawasan Geopark Merangin:
Hutan Adat Guguk, yang menjadi habitat harimau, tapir, dan rusa. Di sini pula terdapat pohon raksasa berdiameter tiga meter.
Hutan Adat Serampas Rantau Kermas, wilayah konservasi yang dihuni masyarakat adat Serampas di lima desa lereng Masurai.
Arboretum Rio Alif, hutan kota yang menjadi taman botani dengan koleksi meranti, jati, sengon, hingga durian.
Batu Bertulis Karang Berahi, prasasti peninggalan Sriwijaya yang ditemukan pada 1904 dan diperkirakan dibuat sekitar abad ke-7.
Perkampungan Tradisional Rumah Tuo Rantau Panjang, permukiman berusia 400 tahun dengan garis keturunan yang dijaga hingga generasi ke-14.
Batu Silindrik di Desa Nilo Dingin dan Desa Tuo, peninggalan megalitikum dari masa pengaruh Gunung Masurai purba.
Selain itu, terdapat pula deretan gua bernilai arkeologis seperti Gua Sengering dan Gua Tiangko, sejumlah fosil besar seperti Fosil Kayu Teluk Gedang, Fosil Daun Muara Karing, serta bentang alam geologi lain seperti Air Terjun Serintik Hujan Panas, Danau Pauh, Danau Depati Empat, Mata Air Panas Nilo Sungsang, hingga fenomena Kekar Kolom Gunung Tungkat.
Seluruh kekayaan geologi, budaya, flora, fauna, dan lanskap vulkanik ini menjadikan Merangin sebagai laboratorium alam raksasa yang terus menarik perhatian wisatawan, ilmuwan, hingga peneliti geologi. (*)
Baca juga: Sambut Ramadhan, Ini 3 Destinasi Wisata Religi yang Ada di Kota Jambi