SURYA.co.id, SURABAYA – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jawa Timur melakukan audiensi dengan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto guna memperkuat sinergi dalam menjaga kondusivitas dunia usaha dan iklim investasi di tengah perlambatan ekonomi.
Audiensi yang berlangsung di Mapolda Jatim Kamis (5/2/2026) tersebut dipimpin Ketua DPP APINDO Jatim, Eddy Widjanarko, dan dihadiri jajaran pengurus APINDO Jatim serta pejabat utama Polda Jatim.
Eddy Widjanarko menegaskan komitmen APINDO Jatim untuk terus berperan aktif menjaga stabilitas industri dan hubungan industrial yang kondusif di Jatim.
APINDO mendorong seluruh pelaku usaha agar tetap menjaga keberlangsungan usaha dan sebisa mungkin menghindari terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK).
“APINDO Jatim berkomitmen menjaga kondusivitas dunia usaha agar industri tetap bertahan dan iklim investasi di Jatim tetap terjaga,” kata Eddy dalam rilis yang dikirimkan ke SURYA.co.id, Sabtu (7/2/2026).
Baca juga: Apindo Tidak Kaget UMK Trenggalek Naik, Kemampuan Pengusaha Dipengaruhi Kondisi Politik-Ekonomi
Selain isu ketenagakerjaan, APINDO Jatim juga menekankan peran strategis organisasi dalam mendorong investasi dan melakukan advokasi bagi dunia usaha.
Eddy menyampaikan Jatim memiliki potensi besar untuk terus menarik investasi baru, baik dari dalam maupun luar negeri, seiring membaiknya iklim perizinan dan dukungan pemerintah daerah.
Dalam audiensi tersebut, APINDO Jatim juga menyoroti peluang perluasan pasar ekspor ke negara-negara Eropa.
Salah satunya melalui implementasi Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU–CEPA) yang diharapkan membuka akses pasar baru bagi produk-produk industri nasional, termasuk dari Jatim.
“Kesepakatan IEU–CEPA menjadi peluang strategis bagi industri di Jatim untuk menembus pasar Eropa sebagai pasar baru, sekaligus memperkuat daya saing produk nasional di tingkat global,” jelas Eddy.
Menanggapi hal tersebut, Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Nanang Avianto menegaskan komitmen Polda Jatim dalam menjaga keamanan dan kondusivitas dunia usaha di Jatim.
Ia menyatakan kepolisian siap bersinergi dengan pelaku usaha untuk menciptakan iklim industri dan investasi yang aman serta berkelanjutan.
“Polda Jatim berkomitmen menjaga kondusivitas dunia usaha agar aktivitas industri dan investasi dapat berjalan dengan baik,” ungkap Nanang.
Ia juga menyampaikan bahwa Polda Jatim memiliki desk khusus ketenagakerjaan yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi dan fasilitasi apabila terdapat persoalan hubungan industrial di lapangan.
Sebagai bagian dari kepedulian sosial, APINDO Jatim juga menyampaikan rencana pelaksanaan kegiatan bakti sosial berupa penyaluran bantuan sembako yang akan digelar pada awal Maret 2026.
Audiensi ini turut dihadiri jajaran pejabat utama Polda Jatim, antara lain Karoops Kombes Pol Nurhandono, Dirintelkam Kombes Pol Bondan Witjaksono, Dirreskrimsus Kombes Pol Roy Hutton Marulamrata Sihombing, serta Dirpamobvit Kombes Pol Wawan Kristyanto.
Dari jajaran APINDO Jatim hadir Dewan Pertimbangan APINDO Jatim Hermawan Santoso. Sementara dari Dewan Pengurus Harian, hadir Soejanto Widjaja sebagai Bendahara, serta Budianto Budi yang membidangi Hubungan Industrial.
Turut hadir Henry Setiawan sebagai Wakil Bendahara, Johnson M. Simanjuntak selaku pengurus bidang Organisasi dan Pengembangan Daerah, serta Imelda V. Harsono yang membidangi Ketenagakerjaan Wanita (Nakerwan).
Selain itu, Utami Prasetyawati hadir mewakili bidang Transportasi dan Logistik, Dwi Ken Hendrawanto sebagai Sekretaris Dewan Pengurus Harian, Aslakhul Umam selaku Sekretaris Eksekutif APINDO Jatim, serta James Waskito sebagai pengurus bidang Hubungan Industrial.
Audiensi ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara dunia usaha dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat iklim investasi, serta membuka peluang pasar baru bagi industri Jatim, khususnya ke negara-negara Eropa melalui skema IEU–CEPA