TRIBUNBANYUMAS.COM, PEMALANG – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pemalang memicu bencana tanah longsor yang merenggut nyawa seorang anak perempuan berusia 9 tahun di Desa Jojogan, Kecamatan Watukumpul, Jumat (6/2/2026) sore.
Korban berinisial KP meninggal dunia setelah material tebing setinggi 10 meter merobohkan rumahnya saat ia berada di dalam bersama ibunya.
Kapolres Pemalang, AKBP Rendy Setia Permana, mengonfirmasi bahwa material tanah dan bebatuan jatuh secara tiba-tiba dari tebing di belakang rumah korban.
Selain menghancurkan bangunan, longsoran tersebut sempat memutus total akses transportasi antar-desa.
"Dalam kejadian ini, satu orang meninggal dunia dan satu lainnya luka-luka. Material longsor juga menutup akses jalan utama," ujar AKBP Rendy dalam keterangan resminya, Sabtu (7/2/2026).
Baca juga: Banjir Lereng Selatan Gunung Slamet Bawa Material Vulkanik, Sisa Letusan 2024
Kronologi Kejadian
Peristiwa maut tersebut terjadi saat wilayah perbukitan di Pemalang selatan dihantam hujan dengan intensitas tinggi. Saat tebing runtuh, KP tengah bersama ibunya, Y (35), di dalam rumah.
Proses evakuasi dilakukan secara manual oleh warga bersama petugas gabungan. Sayangnya, nyawa KP tidak tertolong. Jenazah korban kini disemayamkan di rumah Kepala Desa Jojogan.
Sementara itu, sang ibu berhasil selamat namun harus menjalani perawatan intensif di Puskesmas Watukumpul akibat luka-luka yang dideritanya.
Akses Jalan Sempat Lumpuh
Dampak bencana ini tidak hanya menyasar pemukiman, tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi warga. Jalan penghubung antara Desa Jojogan dan Desa Cikadu sempat tertutup total oleh timbunan tanah.
Baca juga: Tim Milik Djarum Como 1907 Tembus Liga Champions Berkat Tangan Dingin Cesc Fabregas
"Petugas gabungan dari Polsek, Koramil, dan relawan langsung bergotong royong membersihkan material. Saat ini akses jalan sudah bisa dilalui kembali," tambah Kapolres.
Imbauan Kewaspadaan
Mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, pihak kepolisian mengimbau warga yang bermukim di daerah rawan bencana, khususnya di lereng perbukitan, untuk tetap waspada.
"Kami minta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan, terutama saat hujan turun dengan durasi lama," pungkas AKBP Rendy. (Dro)