Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Jalan berlubang tampaknya menghantui pengendara yang melintasi jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) wilayah Kabupaten Indramayu.
Pasalnya, pemandangan jalan berlubang sudah terlihat dari mulai pintu masuk jalur Pantura Indramayu di Kecamatan Sukagumiwang yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Cirebon.
Lubang-lubang yang ukuran dan kedalamannya bervariasi tersebut seperti ranjau yang mengintai keselamatan para pengendara di jalur Pantura yang juga kerap disebut sebagai jalur tengkorak.
Baca juga: SOSOK Yogi Saputra, Atlet Futsal Asal Cirebon yang Sukses Bawa Timnas Futsal Indonesia ke Final
Salah seorang pengendara, Anang Syahputra (38), mengatakan, hampir setiap hari melintasi jalur Pantura Indramayu, karena kebetulan bekerja di Kota Mangga meski rumahnya di Cirebon.
"Setiap hari pulang pergi Indramayu - Cirebon melalui jalur Pantura, dan memang kondisinya banyak dipenuhi lubang," kata Anang Syahputra saat ditemui di wilayah Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Sabtu (7/2/2026).
Warga Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, itu, mengakui, jumlah lubang di jalur Pantura Indramayu bertambah banyak dalam kurun satu bulan terakhir, tepatnya ketika memasuki masa puncak musim hujan.
Baca juga: MALAM INI Timnas Futsal Indonesia Tantang Raja Asia Iran di Final Piala Asia 2026
"Ngeri juga sebenarnya, harus ekstra hati-hati, karena kalau kurang waspada bisa membahayakan, apalagi ada lubang yang cukup dalam, bisa menyebabkan kecelakaan," ujar Anang Syahputra.
Tribuncirebon.com menelusuri jalur Pantura Indramayu dari mulai wilayah Kecamatan Sukagumiwang, Kertasemaya, Jatibarang, Lohbener, Losarang, hingga Kandanghaur.
Hasilnya, terdapat ratusan lubang yang di sepanjang jalur Pantura Indramayu dari Sukagumiwang - Lohbener, dan lebarnya kira-kira dari mulai 20 cm, serta kedalamannya berkisar antara 5 cm - 10 cm.
Baca juga: SOSOK Yogi Saputra, Atlet Futsal Asal Cirebon yang Sukses Bawa Timnas Futsal Indonesia ke Final
Selain itu, beberapa lubang tampak bergerombol atau berada di lokasi yang sama, dan jaraknya berdekatan, tetapi ada juga hanya terdapat satu - dua lubang yang lokasinya agak berjauhan.
Namun, rata-rata lubang yang agak berjauhan itu secara ukuran cenderung lebih besar, dan kedalamannya juga relatif lebih dalam dibanding lubang jalan yang berdekatan, sehingga tampak seperti bergerombol.
Kondisi itu berpotensi membahayakan, tidak hanya bagi pengendara sepeda motor, tetapi pengendara mobil pun tidak menutup kemungkinan menjadi korban keganasan jalur Pantura.
Baca juga: Gasak Malut United 2-0, Persib Bandung Tuai Pujian Viking Indramayu: Luar Biasa
"Saya cukup kaget saat melintasi jalur Pantura Indramayu, karena banyak lubangnya, bahkan masih kena (lubang) juga mesti sudah berhati-hati," kata Mawardi (46), pengendara lainnya.
Mawardi yang merupakan warga Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, itu, hendak berkunjung ke kerabatnya yang tinggal di wilayah Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu.
Bahkan, pihaknya juga mengaku khawatir terhadap kondisi kaki-kaki mobilnya, karena berkali-kali menghantam jalan berlubang dari mulai wilayah Kecamatan Sukagumiwang hingga Widasari.
Baca juga: Banjir Rendam Pantura Kedawung Cirebon, Motor Mogok dan Polisi Turun Atur Lalu Lintas
"Kebetulan, saya dari Cirebon dulu, kemudian ke Indramayu melalui jalur Pantura untuk mengunjungi saudara di Widasari, dan rencananya pulang ke Majalengka lewat jalur Tukdana - Jatitujuh," ujar Mawardi.
Menurut dia, kondisi jalur Pantura Indramayu yang dipenuhi lubang sangat mengkhawatirkan bagi keselamatan pengendara, sehingga berharap segera diperbaiki.
Terlebih, saat malam hari kondisinya gelap gulita, deretan lampu penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang jalur Pantura Indramayu seolah hanya hiasan, karena hampir semuanya padam.
Baca juga: Luapan Sungai Cipager Jebolkan Tembok Perumahan, Ratusan Rumah di Cirebon Terendam
Beberapa lampu PJU tampak menyala terang-benderang di titik tertentu, misalnya, di sekitar kantor instansi pemerintah maupun SPBU yang berada di sisi kanan - kiri jalur Pantura Indramayu.
Selebihnya, para pengendara yang melintas seperti hanya ditemani suasana gelap, dan benar-benar mengandalkan sumber pencahayaan dari kendaraannya masing-masing.
Baca juga: MALAM INI Timnas Futsal Indonesia Tantang Raja Asia Iran di Final Piala Asia 2026
Sejumlah pengendara pun terlihat menghindari titik jalan yang berlubang, meski tidak sedikit juga yang terkena "ranjau" akibat tidak bisa menghindar, khususnya ketika menyalip kendaraan di depannya.
"Saya mengendarai mobil saja cukup was-was, karena lubangnya cukup banyak, apalagi yang mengendarai sepeda motor, enggak terbayangkan bahayanya apabila melintasi jalur Pantura Indramayu," kata Mawardi.