Pasar Modal Kalbar Tumbuh Pesat, Investor Baru Naik Signifikan Selama 2025
Nina Soraya February 07, 2026 02:23 PM

 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Provinsi Kalimantan Barat mencatatkan tren pertumbuhan investasi yang mengesankan sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan data Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Barat, jumlah investor pasar modal di wilayah ini melonjak menjadi 258.248 orang, dengan penambahan 71.173 investor baru dalam satu tahun terakhir.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Wilayah BEI Kalbar Ardhy Anto dalam kegiatan Media Update di Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat 6 Februari 2026.

Dijelaskannya, pertumbuhan ini diikuti dengan penguatan infrastruktur edukasi di daerah. Hingga akhir 2025, tercatat penambahan 6 Galeri Investasi (GI) baru, sehingga total menjadi 32 Galeri Investasi yang tersebar di berbagai kota/kabupaten di Kalimantan Barat. 

Kehadiran galeri ini menjadi pusat informasi keuangan yang krusial, didukung oleh pelaksanaan 924 kegiatan edukasi sepanjang tahun yang menjangkau 171.396 peserta dari berbagai lapisan masyarakat.

Menanggapi potensi besar tersebut, BEI menggelar workshop Go Public bertajuk "Go Big With Go Public: Menjadi Perusahaan Besar Melalui Pasar Modal" di Pontianak, Jumat (6/2).

Kegiatan ini berkolaborasi dengan Gakeslab Kalbar, GP Farmasi Kalbar, dan HIPMI Kota Pontianak untuk mendorong perusahaan potensial daerah memanfaatkan pasar modal sebagai alternatif pendanaan.

• BEI Kalbar Dorong Banyak Perusahaan Lokal Go Public

"Kami menyiapkan program unggulan di tahun 2026, mulai dari pendampingan perusahaan potensial daerah untuk IPO, kampanye IDX Mobile, hingga edukasi produk non-saham.

Kami ingin perusahaan di Kalimantan Barat naik kelas dan menjadi pemain nasional melalui lantai bursa," ujar perwakilan Kantor Wilayah BEI Kalbar.

Kinerja Solid Pasar Modal Nasional Pertumbuhan di Kalimantan Barat ini sejalan dengan performa pasar modal Indonesia yang menutup tahun 2025 dengan capaian solid.

Secara nasional, jumlah investor melonjak 36,67 persen menjadi 20,3 juta investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mencatatkan tren positif dengan penguatan 22,10 % secara year-to-date ke level 8.644,26, serta rekor kapitalisasi pasar yang menembus Rp16.000 triliun.

Workshop Go Public yang menghadirkan narasumber ahli seperti Listyorini Dian Pratiwi (Vice Director BEI), Mari Fransiska (KGI Sekuritas), dan Hansen Teguh (PT Jayamas Medica Industri Tbk), memaparkan seluk-beluk IPO, proses, hingga kisah sukses perusahaan yang telah melantai di bursa.

Memasuki tahun 2026, BEI menetapkan target ambisius secara nasional, di antaranya pertumbuhan 2 juta investor baru dan pencatatan 555 efek baru.

Dengan sinergi kuat antara pemangku kepentingan di daerah dan pusat, pasar modal diharapkan terus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi inklusif, khususnya di wilayah Kalimantan Barat.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.