TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU- Awal tahun 2026, gerakan literasi di desa Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara terus berkembang pesat. Kini ada 91 komunitas Taman Baca Masyarakat (TBM).
91 komunitas TBM ini digerakkan lebih dari 700 pegiat yang tersebar mulai dari tingkat desa hingga RT di Kabupaten Malinau. TBM merupakan sebuah gerakan berbasis komunitas yang mulai populer sejak Covid-19.
Bunda Literasi Malinau, Maylenty Wempi, mengatakan TBM di Kabupaten Malinau dimulai sejak tahun 2020. Hingga di tahun 2026, jumlah komunitas TBM terus berkembang dengan dukungan komunitas pegiat literasi yang juga terus tumbuh.
"Saat ini jumlah TBM di Kabupaten Malinau terus berkembang hingga ada 91 TBM. Jadi komunitas ini terus berkembang dengan lebih dari 700 pegiat," ucapnya.
Baca juga: Kisah Penggerak Literasi di Desa Kuala Lapang Malinau, Dirikan TBM Mulai dari Handphone
Menurut Maylenty Wempi, integrasi gerakan literasi terus berkembang, visinya meningkatkan minat baca pada anak dan mengentaskan buta aksara.
Perkembangan komunitas juga diintegrasikan dengan visi pembangunan daerah melalui program berorientasi pendidikan di level PAUD dan TK.
"Kegiatan literasi betul-betul ada dan benar-benar berjalan di Kabupaten Malinau dengan TBM yang sudah terbentuk," katanya.
Diketahui belum lama ini di Kabupaten Malinau menerima kunjungan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen melihat integrasi literasi dan kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Taman Baca Masyarakat disebut punya dampak besar untuk penguatan literasi daerah, khususnya terkait model pembelajaran bagi anak usia dini.
(*)
Penulis: Mohammad Supri