Pasca OTT KPK, Rumah Dinas Ketua dan Wakil Ketua PN Depok Sepi, Gerbang Terkunci Rapat
Hironimus Rama February 07, 2026 02:35 PM

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CILODONG - Rumah dinas  Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok, I Wayan Eka Mariarta dan Wakil Ketua PN Depok, Bambang Setyawan tampak sepi pada Sabtu (7/2/2026), sekira pukul 09.44 WIB.

Pantauan TribunnewsDepok.com, rumah dinas Ketua dan Wakil Ketua PN Depok berada di Jalan Taman Anyelir 2, Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong.

Lokasi rumah dinas tersebut persis bersebelahan dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Multicomp.

Dari arah Jalan Kalimulya, rumah dinas Ketua dan Wakil Ketua PN Depok berada di sebelah kiri jalan, tak jauh dari gerbang Taman Anyelir 2.

Tampak dari depan, rumah tersebut dikelilingi pagar tembok setinggi kurang lebih dua meter dengan dominasi warna cream dan garis kuning.

Pada akses masuk, berdiri pintu pagar dorong berwarna hitam, bermaterial besi kokoh dengan tinggi yang sama.

Gerbang tersebut terkunci rapat menggunakan gembok berukuran besar hingga tak dapat dimasuki.

Wartawan TribunnewsDepok.com sempat memanggil-manggil apakah ada orang di dalam, namun tak ada jawaban.

Dari lubang pagar, terlihat ada dua bangunan rumah dengan model dan tipe yang sama persis.

Rumah dinas PN Depok tersebut memiliki halaman luas, dengan kanopi yang menjorok ke depan. 

Tidak diketahui pasti luas rumah dinas tersebut, diperkirakan mencapai 900 meter persegi. 

Meski menduduki lahan cukup luas, kedua rumah dinas itu hanya memiliki satu lantai saja.

Warga setempat, Rudi (bukan nama asli) membenarkan, kedua rumah tersebut ditempati Ketua dan Wakil Ketua PN Depok.

Meski demian, rumah dinas tersebut tidak ditempati oleh keluarga mereka, hanya bersama ajudan saja.

“Kalau Pak Wayan tinggal di sini, cuma wakilnya ma jarang-jarang,” kata Rudi kepada TribunnewsDepok.com. 

Rudi menyaksikan, Ketua PN Depok terakhir kali terlihat di rumah dinasnya pada Kamis (5/2/2026) siang.

“Ia malam Jumat (terakhir), habis itu nutup terus,” ungkapnya.

Bahkan, Rudi sempat melihat ramai-ramai di area rumah dinas Ketua dan Wakil Ketua PN Depok pada malam Jumat, meski tidak mengetahui peristiwa apa yang terjadi.


OTT KPK

Sebelumnya, KPK menangkap Ketua, Wakil Ketua PN Depok, serta juru sita dalam OTT yang digelar pada Kamis malam.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo menjelaskan, penangkapan mereka berkaitan dengan dugaan suap sengketa lahan yang sedang ditangani.

Sengketa lahan tersebut melibatkan PT KRB, badan usaha di ekosistem Kementerian Keuangan dengan masyarakat.

“Diamankan sejumlah 7 orang, 3 orang dari pihak PN Depok, salah satunya Ketua Pengadilan Negeri,” kata Budi kepada wartawan, Jumat (6/2/2026).

“Kemudian 4 orang lainnya, pihak-pihak dari PT KRB, salah satunya direkturnya,” sambungnya.

Pada OTT tersebut, KPK juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai ratusan juta rupiah. (m38)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.