Tak Mengungsi Meski Terdampak Banjir, Warga Villa Intan 3 Cirebon Hanya Minta Satu Hal
Mutiara Suci Erlanti February 07, 2026 03:11 PM

 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto


TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON- Di tengah genangan air yang tak kunjung surut, sebagian warga Perumahan Villa Intan 3, Desa Klayan, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, memilih bertahan di rumah mereka.


Bukan mengungsi, bukan pula meninggalkan harta benda, mereka hanya berharap satu hal, bantuan kebutuhan pokok.


Nunung (55), warga Blok Baperkam, mengaku tak pernah mengungsi meski rumahnya kerap terendam banjir. 


Ia sudah terbiasa menghadapi genangan air yang datang hampir setiap tahun.

Baca juga: Fenomena Akresi Kepung Pantai Kesenden Cirebon, DLH Usulkan 3 Barrier Penahan Sampah


“Enggak, saya sih enggak pernah mengungsi,” ujar Nunung saat ditemui di rumahnya yang masih digenangi air, Sabtu (7/2/2026).


Menurut Nunung, banjir di wilayahnya tidak memiliki pola surut yang pasti.


Bahkan, meski hujan tak turun, air tetap datang dan menggenangi permukiman.


“Enggak tentu. Kadang hujan datang lagi, enggak hujan saja datang lagi banjirnya,” ucapnya.


Ia menyebut, dalam kondisi terparah, banjir bisa bertahan hingga empat sampai lima hari sebelum benar-benar surut.


“Paling lama itu empat atau lima hari biasanya, baru surut,” jelas dia.


Banjir mulai masuk ke rumah Nunung sejak Jumat malam. 


Bahkan, karena posisi rumahnya yang lebih rendah dibandingkan bangunan di sekitarnya, air datang lebih cepat.

Baca juga: Kondisi Terkini Perumahan Villa Intan 3 Cirebon Masih Terendam Banjir, Meluas di Lima Kecamatan


“Dari kemarin. Jam sepuluh malam kalau saya. Jam tujuh juga sudah masuk karena rumah saya paling rendah,” katanya.


Menariknya, banjir kali ini terjadi meski hujan yang turun tidak terlalu deras.


Nunung menduga, genangan air berasal dari luapan sungai di belakang permukiman.


“Hujannya cuma sedikit, enggak banyak. Enggak tahu dari sungai apa, yang jelas di belakang ada sungai,” ujarnya.


Akibat banjir, aktivitas warga lumpuh total.


Nunung mengatakan, kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah bantuan bahan pokok.


“Lumpuh semuanya. Ya, yang dibutuhkan sekarang sembako lah semuanya,” ucap Nunung.


Ia juga mengungkapkan, bahwa banjir hampir selalu terjadi setiap tahun, meski tidak merata di seluruh wilayah perumahan.


“Di sini mah hampir tiap tahun, tapi enggak selalu merata. Kayak di beberapa titik saja,” jelas dia.


Pantauan Tribun pukul 12.00 WIB, genangan air masih terjadi di setiap sudut jalan permukiman. 


Di rumah rendah, air bahkan masih masuk rumah. 


Terlihat gang sempit yang terendam air, beberapa warga lain yang berjalan menerjang banjir dan rumah-rumah permanen yang terdampak genangan.


Semen itu, cuaca tampak cukup cerah saat di lokasi, namun sisa genangan air masih cukup tinggi dan merata di jalanan.


Air setinggi hingga lebih dari satu meter belum juga surut sejak meluap pada Jumat malam, membuat warga diliputi kekhawatiran akan banjir susulan.


Di sejumlah blok, air berwarna kecokelatan menggenangi rumah-rumah warga.


Perabotan terendam, sementara aktivitas warga lumpuh.


Sebagian warga yang sebelumnya bertahan mulai memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman.


Salah seorang warga, Santi (44), mengatakan banjir kali ini datang lebih cepat dan lebih dalam dibanding kejadian sebelumnya.


“Enggak, sudah lama. Dari kemarin. Tahun lalu kan banjir, terus habis itu surut, tapi ini enggak sempat lama langsung dalam lagi,” ujar Santi.


Menurut warga, banjir di Villa Intan 3 bukan kejadian baru dan kerap berulang setiap hujan mengguyur wilayah Cirebon.


Buruknya sistem drainase dan kiriman air dari sungai diduga menjadi penyebab utama. Keluhan serupa disampaikan Boim (38).


Ia menyebut, sejak awal 2026, banjir sudah tiga kali melanda kawasan tersebut.


“Dari awal 2026 sudah tiga kali. Lebih dari ratusan rumah terdampak, paling dalam seperut,” ujarnya.


Selain Villa Intan 3, banjir juga meluas ke lima kecamatan di Cirebon, yakni Gunung Jati, Sumber, Plumbon, Kedawung dan Mundu, dengan ketinggian air di sejumlah titik mencapai lebih dari satu meter.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.