BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Setelah enam hari pencarian, jenazah Soleh Hidayat (34), korban longsor di kawasan eks tambang Pondi, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, akhirnya ditemukan Tim SAR Gabungan, Sabtu (7/2/2026) siang.
Korban ditemukan tertimbun material longsor sekitar pukul 13.33 WIB, tidak jauh dari lokasi awal kejadian. Saat ditemukan, korban berada dalam kondisi meninggal dunia.
Menariknya, penemuan jenazah Soleh terjadi tidak lama setelah adik perempuan korban bersama suaminya tiba di lokasi kejadian untuk menyaksikan langsung proses pencarian. Keduanya diketahui datang dari Provinsi Banten dan tiba di area tambang sekitar pukul 12.24 WIB.
“Adeknya dan suaminya tiba di lokasi (TKP-red) pukul 12.24 WIB. Kami sudah sampaikan belasungkawa dan turut berduka cita,” kata Kapolsek Pemali, Ipda Tri Nurhadi saat dikonfirmasi Bangkapos.com.
Terpisah, Tim SAR Gabungan mengonfirmasi bahwa penemuan korban terakhir atas nama Soleh Hidayat ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 13.33 WIB, tidak jauh dari lokasi awal kejadian.
Baca juga: Breaking News: Hari Keenam Pencarian, Korban Terakhir Longsor Tambang Pondi Bangka Ditemukan
Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi oleh tim gabungan yang terdiri dari Kantor SAR Pangkalpinang, SAR Brimob & Polres Bangka, Polsek Pemali, BPBD Kabupaten Bangka, relawan Laskar Sekaban serta pihak keluarga korban.
Jasad korban kemudian dibawa menuju RSUD Sungailiat untuk proses penanganan lebih lanjut.
Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, membenarkan keberhasilan penemuan tersebut dan menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat.
"Alhamdulillah, siang hari ini jasad penambang yang tertimbun longsor di Tambang Kondi Pemali berhasil kita temukan. Kami telah berkoordinasi dengan keluarga korban yang datang langsung dari Banten untuk proses evakuasi ke RSUD Sungailiat," jelas Mikel.
Dia juga menambahkan bahwa dengan ditemukannya seluruh korban, misi kemanusiaan ini resmi berakhir.
"Terima kasih kepada segenap unsur SAR gabungan yang telah bekerja keras selama enam hari ini. Dengan ini, operasi SAR dinyatakan ditutup," pungkasnya. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)